BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung masih terus melakukan pengembangan terkait diamankannya RAH atas kepemilikan sabu-sabu 60 kg oleh Polsek Pasirsakti, Polres Lampung Timur.

"Untuk update masih pengembangan kami tidak bisa paparkan karena teknis," ujar Dirresknarkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen, Kamis (3/1/2019).



Tetapi untuk mencegah hal serupa, penguatan jalur tikus, khususnya pelabuhan kecil, telah ditingkatkan. Pemetaan yang bisa dipaparkan yakni perairan di Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, hingga Tanggamus, dan Teluk Lampung, menjadi fokus utama.

"Kalau jalurnya mungkin bisa puluhan dan pakai pelabuhan atau kapal kecil kan, karena pelaku kesulitan lewat Seaport maupun Bakauheni yang ketat pengawasannya," kata mantan Kapolres Tanggamus itu.

Polda juga minta seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah perairan didorong melakukan patroli dan memperkuat pola intelijen. Di tingkat kapolsek ke jajaran juga didorong Kerja sama dan saling bertukar informasi, sehingga masyarakat memiliki peran aktif jika ada dugaan penyelundupan atau hal mencurigakan.

Modus pelaku RAH sementara dia tidak ikut langsung ketika kapal hendak berlayar. Pelaku yang sementara disangkakan kurir itu menggunakan pola control delivery, hanya memantau dari jauh, kemudian nantinya mengambil barang haram tersebut ketika sampai ke pelabuhan nelayan di Banten.

"Koordinasi di stakeholder perairan seperti Ditpolair, ASDP, hingga Syahbandar juga diperkuat," katanya.

Ditpolair Polda Lampung Kombes Rudy Hermanto mengatakan pengawasan tentunya telah dilakukan. Setiap perairan, baik Polresnya memiliki Satpolaires juga di-backup oleh Polda.
"Di pos itu setidaknya ada lima personel dengan satu kapal BKO tipe C3," katanya.

Rudy memaparkan secara umum wilayah yang terus dikawal yakni perairan Pesawaran, Lampung Timur, Tanggamus, bahkan sampai ke sungai di Mesuji dan Tulangbawang.

"Contoh di Lamtim, ada Labuhanmaringgai, Penat, di Tulangbawang dan Mesuji ada Sungai Sodong, dan titiknya banyak, tapi secara teknis enggak bisa saya paparkan," singkatnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR