BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri, dan Polda Lampung terus berupaya melakukan penyisiran terhadap terduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) maupun jaringan radikal lainnya, yang ada di provinsi Lampung.

Kapolda Lampung Irjenpol Suntana mengatakan, frekuensi hunting tersebut bisa dilaksanakan seminggu hingga dua minggu sekali. Upaya tersebut untuk mencegah Provinsi Lampung sebagai sarang jaringan radikal dan Terorisme.
"Kita laksanakan, seminggu hingga dua Minggu sekali, kita mendata terduga, kita pantau, dan kita cek serta Klarifikasi," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (16/7/2018).
Disinggung soal fokus utama pemantauan apakah yang akan diamankan atau diklarifikasi, apakah terfokus pada napiter, eks deportan, Kapolda tak merinci hal tersebut."Semuanya pasti kita pantau," kata mantan Wakapolda Metrojaya itu.
Suntana juga tak menampik, kalau rata-rata terduga jaringan, memilih tinggal di daerah perbatasan dan tempat yang terpelosok. 
"Ya itu salah satu pola mereka, menjauh dari jangkauan, dan pantauan," kata Kapolda.
Sementara Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga jaringan radikal yakni SM(38) warga Dusun Sidorejo, Desa Poncorejo dan Wa (40) warga Dusun Candisari, Desa Gunungrejo, pada Kamis sore (12/7/2018). Kemudian, kembali diamanakan seorang pria bernama W di kontrakan RT18 Way Huwi,Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/7/ 2018) sekitar pukul 17.30 WIB.
"Ketiganya masih diperiksa sama Densus, sementara ada di Satbrimobda Polda Lampung," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR