BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Yogi Andhika, mantan sopir salah satu Pejabat di Lampung Utara.
Yogi Andika meninggal pada pertengahan 2017, diduga karena menjadi korban penganiayaan. Polisi juga telah mengautopsi jenazah Yogi yang sudah lama dimakamakan, beberapa waktu lalu.
Dirreskrimum Polda Lampung, Kombespol Bobby Marpaung melalui Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, pihaknya masih mencari salah satu orang yang disebutkan oleh Maulana Ibrahim alias Bowo, salah satu tersangka yang sudah ditangkap, di kawasan Menteng, DKI Jakarta.
"Masih kita cari, cuma berdasarkan keterangan Bowo dia enggak kenal sama orang itu, (red yang menjemput Yogi). Kalau peran Bowo kita dalami," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (18/7/2018).

Menurut Ruli, dari keterangan Bowo, orang yang mengetahui dan diduga terlibat, yakni AN oknum TNI AD yang penanganannya telah diarahkan ke Denpom II/3 Lampung, dan satu orang yang menurut Bowo tidak ia kenal.
"Kalau Oknum TNI penanganannya di Denpom. Pengejaran satu lagi, masih kita coba, berdasarkan keterangan dari Bowo," katanya.
Ruli memaparkan, memang ada dugaan kasus soal uang didalam rangkaian ini, almarhum Yogi pernah dilaporkan oleh salah satu keluarga pejabat di Lampung Utara, atas dugaan pelarian uang tunai sekitar Rp25 juta. Selain itu, Arnold salah satu teman almarhum, merupakan saksi kunci yang mengetahui kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah meminta keterangan pada Arnold. "Arnold itu saksi, nanti kalau dipersidangan, dibutuhkan kita panggil lagi," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjenpol Suntana mengatakan pihaknya telah menangkap Maulana alias Bowo, yang merupakan ASN di Pemkab Lampung Utara, di kawasan Apartemen Menteng Jakarta Utara. 
Dari pemeriksaan tersebut Suntana memaparkan, sudah ada beberapa nama yang disebutkan oleh Bowo, yang diduga terlibat dengan indikasi penganiayaan hingga Yogi Andhika tewas. Termasuk peran Oknum TNI AD yang diduga terlibat dan telah dilimpahkan perkaranya ke Denpom II/3 Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR