BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung tak main-main soal pelaku Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di provinsi Lampung, jelang pelaksanaan Asian Games ke-XVIII 2018.
Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol segera bertindak tegas, akan menangkap dan menjatuhkan sanksi pidana, bagi individu, maupun korporasi uang yang melakukan pembakaran hutan, atau sisa panen perkebunan.
"Kita bakalan tindak, dan tangkap sesuai Undang-undang yang berlaku. Pencegahan ini tak semata-mata Asian Games, tapi seterunya," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (6/8/2018).

Menurut Yoyol, tindak pidana karhutla disebabkan dua kemungkinan, yakni disengaja, dan juga karena adanya kelalaian. Maka, tindakan tegas dan sanki akan dijatuhkan ke pelaku yakni, pada pasal 78 ayat (3) Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang menyrakan Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf yakni membakar hutan, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar, serta pasal 78 ayat (4) yakni, Barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf yakni membakar hutan, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun denda paling banyak Rp1,5 miliar.



"Jadi kita sudah klasifikasikan, ada yang sengaja, dan lalai," kata alumnus Akabri 1989 itu.
Selain mengultimatum menangkap pelaku, upaya pencegahan juga terus dilakukan, denga cara langsung memadamkan api, dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, petani bahkan korporasi agar tida membakar hutan, ilalang, atau sisa panen dengan sembarang.

"Kemarin juga (red 3/8/2018), ada api di TNBBS, langsung kita padamkan, dan himbau masyarakat agar tidak bakar ilalang Sembarangan. Beberapa perusahaan dan petani, juga sudah kita kumpulkan dan sudah ada rapatnya," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu.

Sementara, Senin (6/8/2018) kembali terjadi kebakaran lahan, di lokasi Wapis Resort Susukan Baru Desa Rantau Jaya Udik 2, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, namun Aparat gabungan sigap dan berhasil memadamkan api.

"Tim Gabungan Sat Sabhara Polres Lamtim, Satpam PT. NTF dan Polhut TNWK dipimpin Kasat Sabhara IPTU Yoni Sutaryanto, berhasil memadamkan api, sekitar pukul 13.30 WIB.
Sulis menambahkan, luas lahan yang terbakar yakni sekitar 10 ha yg dilakukan oleh Oknum yg tidak bertanggung jawab. "Pelaku masih kita Lidik," singkatnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR