KOTABUMI (Lampost.co)--Petani jagung yang terhimpun dalam kelompok tani (Poktan) di delapan desa wilayah administrasi Kecamatan Sungkai Tengah mengharapkan bantuan alat pengering jagung. 

Camat Sungkai Tengah, Idris, di ruang kerjanya kepada Lampost.co, Jumat (7/12/2018) mengatakan petani jagung yang terhimpun dalam Poktan di delapan desa wilayah administrasi kecamatan yakni; Desa Batu Nangkop, Mekar Asri, Negara Bumi, Mlungun Ratu, Negri GalihRejo, Negri CampangJaya, Pampam  Tangguk Jaya dan Ratu Jaya mengharapkan bantuan alat pengering jagung. 
Sebab, dengan adanya alat pengering selain daya simpan hasil panen jagung dapat lebih awet, harga jual jagung dengan kadar air rendah dapat lebih mahal jika di banding dengan harga jual jagung kering yang panen di pohon. 



"Jagung menjadi salah satu komoditas unggulan Kecamatan Sungkai Tengah yang terbagi menjadi delapan desa wilayah administrasi kecamatan. Poktan di kecamatan setempat berharap dari instansi terkait agar mendapat bantuan alat pengering jagung sebab, selain memperpanjang masa simpan, dengan adanya alat pengering harga jual jagung dapat lebih tinggi dari harga panen jagung kering di pohon yang berkisar Rp1.200/kg menjadi sekitar Rp2.000,-/kg  bila telah dikeringkan" ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR