BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menggelar sidang gugatan atas penggugat Sulastri dengan terguguta bank BNI Tanjungkarang yang beralamat di Jalan Kartini Bandar Lampung, Jumat (4/5/2018).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Syari Adami itu digelar di depan Ruko Pasar Modern, Kemiling, di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sumberejo, Kemiling, Bandar Lampung.
Sidang dihadiri para pihak yaitu penggugat dan tergugat (BNI) serta Pemkot, yang masing masing didampingi kuasa hukumnya.



Penggugat Sulastri, diwakili menantunya Kurniadi bersama kuasa hukumnya.
Hakim menanyakan apakah benar lokasi yang hingga kini sertifikatnya tidak terbit itu yang dikuasai penggugat. "Benar yang menempati ruko ini saya," ujar Kurniadi.

Ruko yang surat sertifikatnya tidak terbit itu sudah diangsur lumas oleh penggugat. Namun sampai sekarang BNI tidak dapat menunjukkan sertifikat yang dijanjikan.
Menurut Kurniadi tempat itu merupakian tempat usaha penjualan jamu bermerek Cak Umar.

Hakim menyatakan sidang dilanjutkan pada 14 Mei mendatang dengan agenda kesimpulan.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR