BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung bersama American Red Cross memetakan mitigasi bencana program penanggulangan resiko bencana terpadu berbasis masyarakat guna meminimalisir dampak musibah pada kelompok rentan.

Humas PMI Provinsi Lampung, Hadi Prasetyo menjelaskan pemetaan mitigasi bencana dilakukan dibeberapa kabupaten/kota, seperti Metro, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tulangbawang Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus. Pemetaan itu disusun dalam proposal mitigasi bencana.



"Penyusunan proposal Mitigasi bencana ini untuk membuat rencana atau upaya mitigasi di desa penerima program untuk meminimalisir dampak bencana terhadap kelompok rentan yang berada didaerah berisiko bencana," kata Hadi kepada Lampost.co, Jumat (29/6/2018).

Menurutnya, kelompok rentan berisiko bencana adalah pihak yang harus diselesaikan terlebih dahulu, seperti orang tua, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Dari enam daerah pemetaan itu didapati lima macam bencana yang mengancam, seperti banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, dan puting beliung.

"Contohnya di Tanggamus ada tiga wilayah rawan bencana, yaitu kecamatan Karanganyar, Sukamulya dan Tanjungagung. Sementara di Lampung Barat ada tiga desa, yaitu Pekon Sukamarga, Pekon Tuguratu, dan Pekon Hujung," ujarnya.

Senada, Sekretaris PMI Tanggamus,  Emwinarto mengatakan penyusunan proposal mitigasi bencana sesuai dengan kebutuhan mitigasi di desa/pekon masing-masing yang ditetapkan dari hasil kegiatan risk Reduction Plan (RRPlan). "Kami juga berupaya pengetahuan masyarakat terhadap  wilayah rawan bencana dan sadar bencana," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR