BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar mengecek kondisi plat beton penyangga flyover Pramuka, Selasa (13/3/2018). Dia mengatakan akan membentuk tim untuk mengecek sejauh mana akibat dari patahnya beton tersebut.
"Kita akan bentuk tim penilaian apakah ini membahayakan atau tidak, akan diputuskan nanti, kita tidak tahu patah ini berakibat fatal atau tidak," kata Yusuf Kohar di bawah flyover Pramuka, Selasa sore.

Berdasarkan pantauannya, diakui bahwa sisi cor coran tersebut terlihat sangat rapuh. Untuk itu Plt. Wali Kota bersama tim akan mengecek sejauh mana akibat yang akan ditimbulkan patahnya flyover itu. "Bersama tim nanti akan kita cek, kita juga koordinasi dengan dinas PU. Itu hanya tapakan saja atau ada penyangga besi diatasnya. Kalau gak ada penyangga besi ya berbahaya itu," ucapnya.
Ia mengaku belum bisa menjelaskan siapa saja yang akan dilibatkan dalam timnya itu. "Ya nanti akan kita cek di kantor siapa siapa tim nya," ujarnya.



Seorang warga tengah melihat kondisi flyover Pramuka yang mengalami keretakan. (Foto:Lampost/Deni)

Sementara itu, sejumlah warga menduga plat beton penyangga cor-coran lantai flyover yang patah itu memang sengaja dipasang dalam keadaan sudah rusak atau retak.
Hal itu terlihat dari adanya papan dan besi penyangga yang dipasang di plat beton agar tidak jatuh.
Riki (26) warga yang kebetulan melihat kondisi plat beton yang patah mengaku ada yang janggal, diantara semua plat yang dipasang tidak ada papan dan besi penyangga kecuali plat yang patah tersebut.
Itulah yang membuatnya berpendapat bahwa yang mengerjakan flyover itu sengaja tetap memasang plat beton yang sudah patah tersebut. "Itukan kelihatan papan dan besi itu sengaja ditaro untuk menyangga plat itu, artinya plat itu memang sudah patah dan tetap dipasang," kata Riki di bawah flyover Pramuka, Selasa (13/3/2018) sore.
Pemantauan Lampost.co memang di bawah plat beton yang patah terdapat papan yang diikat dengan kawat.
Plat beton lainnya yang hanya retak juga terdapat batangan besi yang menyangganya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR