BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menduga upaya pencurian kabel netral di 8 gardu induk, ditenggarai untuk mempersulit kinerja PLN, bukan untuk motif ekonomi.

Pelaksana Tugas Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Junarwin, 
mengatakan kabel yang dicuri yakni kabel netral, dengan panjang maksimal mencapai 30 cm secara kasat mata tidak memiliki nilai finansial jika dijual ke pengepul.



"Ya yang dibongkar kabel netral doang, padahal kan di gardu itu banyak komponen yang punya nilai jual, kabel itu enggak seberapa," ujarnya, Rabu (30/1/2019).
Ia mengatakan, untuk pencurian kabel netral, baru kali ini terjadi dan dalam kurun waktu 1 bulan belakangan ini. Diduga perbuatan tersebut, untuk mengganggu kestabilan aliran listrik.

Lantas pihaknya telah melaporkan perkara tersebut ke Polresta Bandar Lampung, dengan nomor laporan LP/B-1/156/1/2019/LPG/SPKT Resta Bandar Lampung. Selain mengganggu suplay daya listrik, kerugian akibat Pencurian tersebut PLN mengalami kerugian mencapai Rp13 juta.

"Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap kami, untuk dimintai keterangan. Tapi, untuk turun ke lapangan saya belum monitor lagi," katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rossef Effendi, mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan pengecekan lokasi, dari sejumlah gardu induk yang dirusak, dan memeriksa keterangan beberapa saksi. "Kita masih Lidik, sementara lagi dalam pengejaran," katanya.

Sebelumnya, delapan  gardu  induk distribusi dirusak oknum tidak dikenal, sehingga terjadinya over voltage dari 220 volt menjadi 380 volt.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR