BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melaksanakan acara pisah sambut kepala Kemenag dari Seraden Nihan kepada Mahmuddin Aris Rayusman, di Aula Semergou, Selasa (23/7/2019) malam. 

Acara pisah sambut itu, dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Ketua TP-PKK Eva Dwiana, Sekretaris Kota Badri Tamam, seluruh Kepala OPD se-Pemkot Bandar Lampung dan unsur forkopimda setempat. 



Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kota Seraden Nihan didampingi oleh istri. Dengan suara sedikit tersendu, dirinya menyapa Wali Kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung. "5 tahun 10 bulan saya bertugas di Kota Bandar Lampung ini, dengan segala keterbatasan saya selama bertugas saya mohon maaf. Dan mudah-mudahan kekurangan itu dapat disempurnakan oleh Bapak Aris Rayusman sebagai kepala Kemenag yang baru," ungkapnya. 

Selain itu juga, selama dirinya bertugas di Bandar Lampung telah terpupuk rasa persaudaraan antar seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung. "Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pak Wali Kota. Karena yang saya rasakan tidak ada jarak antara seluruh jajaran di Pemerintah Kota Bandar Lampung ini. Rasa kebersamaan itu selalu ada dan mudah-mudahan tidak akan terputus sampai disini," kata Seraden.

Sementara itu, Wali Kota Herman HN melalui sambutannya menyampaikan. Atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung dirinya mengucapkan terima kasih kepada Seraden Nihan. "Segala macam kegiatan saya anggap sukses telah dilaksanakan oleh bapak Seraden Nihan, selama di Kota Bandar Lampung ini. Saya selaku Wali Kota Bandar Lampung mengucapkan terimakasih beserta seluruh jajarannya dan mudah-mudahan yang dilaksanakan menjadi amal ibadah," kata Wali Kota. 

Kepada kepala Kemenag yang baru, Wali Kota Herman HN inginkan terus terjalinnya kerja sama yang baik. Antara Pemerintah Kota dengan jajaran Kementerian Agama. "Saya ingin kerja yang cepat, tapi tidak melanggar aturan. Agar seluruh kegiatan keagamaan dapat terlaksana dengan baik dan membawa manfaat bersama,"  ujarnya. 
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR