JAKARTA (Lampost.co) -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyerahkan tanggung jawab pengelolaan pemberantasan korupsi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia merasa KPK tengah berada dalam bahaya.

"Dengan berat hati, Jumat, kami menyerahkan tanggung jawab tertinggi. Kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden," ujar Agus di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019.



Ke depan, Agus akan menunggu perintah dari Jokowi untuk melanjutkan pemberantasan korupsi. "Kami menunggu perintah apakah kami masih dipercaya sampai Desember (2019). Apa masih berjalan seperti biasa?" tuturnya.

Agus mengatakan keputusan penyerahan tanggung jawab ini sebagai reaksi atas keputusan Presiden Jokowi menyetujui dilakukannya Revisi UU KPK.

Langkah undur diri pimpinan KPK ini sudah dimulai oleh Saut Situmorang. Ia mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua KPK usai lima pimpinan KPK periode 2019-2023 dipilih Komisi III DPR melalui mekanisme pemungutan suara (voting).

Informasi diterima Medcom.id, surat pengunduran diri Saut disebar melalui email pegawai KPK. Dalam surat itu, Saut mengucapkan banyak terima kasih kepada para pegawai atas segala kekurangannya selama memimpin KPK.

Saut juga meminta pegawai konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Terpenting, tetap berdiri di baris terdepan memberantas praktik rasuah di Tanah Air.

Penasihat KPK Tsani Annafari mengamini surat pengunduran diri Saut. Surat diterima hari ini. “Itu surat dari Pak Saut,” kata Tsani saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR