LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lampung Barat periode 2019-2024 yang sebelumnya telah tercantum dan di umumkan dalam daftar calon sementara (DCS) dikabarkan mengundurkan diri.

Sejauh ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat memastikan sudah ada satu caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berasal dari daerah pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Lumbok Seminung, Sukau dan Balik Bukit dengan nomor urut 3 atas nama Ediyan Aprianto telah mengajukan pengunduran diri secara tertulis kepada penyelenggara.



"Sejak pengumuman DCS sampai hari ini tidak ada komplain masyarakat. Tapi kalau caleg yang mengajukan surat penunduran diri ada, itu caleg dari PSI dapil 1 nomor urut tiga," ungkap Anggota KPU Lampung Barat, Syarif Ediansyah di ruang kerjanya, Kamis (30/8/2018).

Meskipun tidak menjelaskan secara rinci alasan caleg dari partai baru tersebut, Syarif menyebut jika yang bersangkutan kemungkinan lebih memilih untuk menekuni pekerjaannya selama ini yang tercatat sebagai tenaga honorer di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

"Kalau alasan pastinya tidak di jelaskan. Selama ini yang tercatat sebagai tenaga honor di BPN, dan memilih tetap bekerja sebagai honor di BPN," jelas Syarif.

Dia mengatakan bagi calon anggota DPRD yang berstatus sabagai Aparatur Sipil Negara ( ASN) wajib mundur. "Jadi PNS, TNI, maupun Polri yang maju wajib mundur. Termasuk honoror jika mendapatkan gaji dari APBN maupun APBD masuk kategori ASN," kata Syarif.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR