LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Pilgub Lampung, Siapakah yang Berpeluang Menang?
Pilgub Lampung 2018. Lampost.co

Pilgub Lampung, Siapakah yang Berpeluang Menang?

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Lampung sudah di depan mata. Semua partai politik sudah menjajaki calon-calon gajah Lampung. Namun, sampai detik ini memang belum ada pasangan yang secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Lampung.
Partai-partai politk sebagian sudah mulai mendeklarasikan jagoan mereka, seperti NasDem mengusung Bupati Lampung Tengah Mustafa, lalu Demokrat mengusung Ridho Ficardo selaku petahana, dan PKS mengusung Al Muzammil Yusuf, anggota DPR DP Lampung I.
Beberapa partai besar justru belum melakukan deklarasi secara resmi, seperti Partai Golkar yang belum mengusung calon, tetapi nama-nama seperti Arinal Djunaidi dan Aziz Syamsudin masih diperbincangkan. DPW PAN pun demikian, tetapi 15 DPD PAN menginginkan Bachtiar Basri maju sebagai calon gubernur, bukan wakil gubernur lagi.
Partai besar yang memperoleh 17 kursi di DPRD dan memiliki lima kepala daerah seharusnya mampu mengusung kader sendiri, tanpa koalisi. Namun, PDIP memiliki perhitungan tersendiri. Nama seperti Herman HN memang digadang-gadang bakal menjadi kandidat terkuat PDIP.
Ada beberapa kemungkinan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Lampung, seperti Ridho Ficardo-Bachtiar. Ridho sebelumnya mengatakan nyaman dengan Bachtiar dalam memimpin Lampung dan memungkinkan akan berpasangan lagi pada pertarungan pilkada ke depan. Lalu Herman HN-Mufti Salim. Herman adalah penantang terberat dalam pilgub karena sebelumnya Herman mengantongi 33% suara.
Beberapa informasi yang didapat, Herman tertarik dengan Mufti Salim dengan dua alasan. Pertama, Mufti adalah tokoh PKS yang berkarakter Nahdlatul Ulama (NU) dan latar belakang keluarganya memang NU. Kedua, PKS Lampung memiliki kader yang solid sehingga dimungkinkan akan sangat menguntungan untuk memenangkan pilkada ini.
Terakhir, PKS merupakan partai pengusung petahana sebelumnya dan mesin pemenangan mereka yang secara keseluruhan menguasai. Dengan alasan ini, Herman HN lebih tertarik dengan Mufti.
Mustafa-Chusnunia atau Mustafa-Al Muzammil. Mustafa adalah bupati Lampung Tengah pada periode sebelumnya sebagai wakil dari Pairin. Pada periode ini Mustafa melalui Partai NasDem melakukan deklarasi untuk maju sebagai calon gubernur.
Bupati muda yang dikenal dengan program rondanya itu memang dikabarkan sedang melakukan pendekatan, yaitu dengan PKS dan Bupati Lampung Timur. Lalu ada beberapa nama lain yang masuk bursa calon alternatif pada Pilgub Lampung, seperti Andy Surya, Aziz Syamsudin, Arinal Djunaidi, Mirza Djausal, Agung Ilmu Mangkunegara, Muchlis Basri, Khadafi, dan Rycko Menoza.
Selain ketokohan secara personal, untuk Pilkada Lampung faktor finansial adalah hal sangat menentukan sehingga perhitungan untuk koalisi masih sangat cair dan sangat berubah-ubah. Hasil Pilgub Lampung 2014 Ridho Ficardo mengantongi 1,8 juta suara atau 44%, sedangkan lawan terberatnya, Herman HN, mendapatkan 1,3 juta suara atau 33%. Ini modal untuk partai melakukan kalkulasi sebelum mengusung siapa calon yang berpotensi meraih suara terbanyak.

Faktor untuk Menang

Ada beberapa faktor untuk memperoleh kemenangan pada pilkada, seperti yang dikaji dari pilkada-pilkada sebelumnya, yaitu track record, finansial, partai pendukung, persepsi masyarakat, dan mesin pemenangan. Pertama, track record yaitu melihat latar belakang kinerja yang telah dilakukan pasangan calon sebelumnya. Jika gubernur, dilihat dari kinerja selama periode sebelumnya, bagaimana melakukan pembangunan, reformasi birokrasi, pelayanan masyarakat, dan peningkatan APBD.
Begitu pun halnya dengan bupati/wali kota yang berkeinginan maju. Jika calon berasal dari legislatif, bagaimana beliau bekerja dalam pengawasan, penyerapan aspirasi, dan kesigapan mendorong program pemerintah. Untuk unsur di luar itu, bisa dilihat bagaimana yang bersangkutan melakukan percepatan pembangunan pada lembaga yang dipimpin, apakah itu rektor atau pimpinan perusahaan.
Untuk track record memang Wali Kota Bandar Lampung menjadi yang paling banyak dibicarakan, apakah yang setuju atau tidak setuju, yaitu masalah flyover. Mustafa juga mulai unjuk gigi mengenai ronda malamnya. Ronda digadang-gadang bisa menjadikan Lampung Tengah menjadi aman dari tindakan kriminal. Lalu, Gerbang Desa juga menjadi modal menarik Ridho Ficardo dan banyak program pembangunan lainnya.
Al Muzammil Yusuf adalah anggota DPR yang paling kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan rakyat, dalam beberapa waktu kritis itu sering disampakan dalam paripurna, seperti sikap pemerintah Jokowi dan Kapolri yang beliau anggap melakukan perlindungan kepada seorang terdakwa. Secara integritas, yang berangkutan memang tidak bisa diragukan.
Namun, dalam perhitungan politik, banyak sekali faktor yang harus dihitung dalam melakukan perkawinan pasangan calon yang diusung. Hingga saat ini PKS masih mencari wakil yang pas untuk mendampingi Al Muzammil sebagai wakil gubernur.
Kedua, finansial. Untuk finansial, secara personal Ridho masih di atas angin. Hal ini karena pada pilkada sebelumnya petahana melakukan pengeluran dana kampanye yang lumayan besar. Herman HN, Mustafa, dan Al Muzammil juga memiliki keuangan yang mumpuni untuk melawan petahana.
Ketiga, partai pendukung. Pasangan petahana memang memungkinkan mendapatkan dukungan partai lebih. Selain Demokrat (11 kursi) dan PAN (8 kursi), Al Muzammil mengantongi 8 kursi DPRD dari PKS, tetapi belum memiliki partai lain untuk melakukan koalisi. Namun, nuansa PKS-Gerindra sepertinya akan terulang di Lampung, walapun pasangan yang diusung belum final.
Untuk PKS-Gerindra sudah cukup mengusung sendiri pasangannya. Herman memungkinkan mendapat 17 kursi dari PDIP. Jika hal itu berjalan mulus, Herman hanya perlu mencari wakil tanpa koalisi, bisa berasal dari birokrat, tokoh masyarakat, atau tokoh partai.
Lalu, Mustafa memiliki 8 kursi dari NasDem. Jumlah 8 kursi masih kurang untuk mengusung calon gubernur, sehingga Mustafa akan mencari pasangan yang berasal dari partai politik.
Keempat, persepsi masyarakat. Memang tidak terlalu dominan seperti di Jakarta, tetapi persepsi masyarakat ini juga sedikit menentukan elektabilatas calon kepala daerah. Persepsi ini lebih ke arah personal, bagaimana calon kepala daerah melakukan komunikasi politik dengan masyarakat. Namun, persepsi ini bisa juga menggugurkan harapan menjadi gubernur jika ada isu-isu yang dimainkan lawan politik bersifat pidana yang progresif.
Kelima, mesin pemenangan. Ini hal yang tidak bisa dimungkiri. Petahana merupakan produk dari mesin pemenangan yang kuat, terencana, dan terstruktur. Dari semua partai, PKS merupakan partai yang memiliki mesin yang sangat kuat, sehingga harus sangat diperhitungkan oleh pasangan-pasangan calon gubernur.
Pada pemilihan gubernur lalu, PKS yang menjadi mesin utama penggerak pemenangan petahana. Dari hal itu semua, calon yang mungkin menang dalam pilkada Lampung adalah yang memiliki track record baik, memiliki keuangan maksimal, partai pendukung kuat, isu yang dibangun cerdas, lalu memiliki mesin pemenangan yang rapi dan terstruktur. n

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv