KALIANDA (Lampost.co) -- Bagian Otonomi Daerah (Otda) Setkab Lampung Selatan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setkab Lamsel saling lempar badan terkait pengadaan kotal suara untuk pemilihan kepala desa (Pilkades) Gelombang III tahun 2019 ini.

Kepala Bagian Otda Setkab Lampung Selatan Setiawansyah mengatakan anggaran kotak suara untuk Pilkades merupakan anggaran Bagian Otda Setkab Lamsel dengan bahan alumunium. Sementara, yang melakukan pengadaan adalah Bagian ULP Setkab setempat. "Dalam pengadaan barang untuk kebutuhan Pilkades tidak kami lakukan sendiri. Tapi, bersama unit pengadaan. Jika barang yang dibeli bahanya kardus. Ini dilakukan untuk penghematan biaya juga," ujar dia, Rabu (22/5/2019).



Selain itu, jelas Setiawansyah, ketika dilakukan penganggaran bahan kotak suara alumunium. Namun, pihaknya sudah melakukan kominikasi dengan penyedia barang dan KPU Provinsi Lampung. "Tapi, memang kotak suara berbahan alumunium tidak ada lagi. Sebab kini talah berganti bahan kardus. Jika ada sisa anggaran, tentunya tidak akan kami ambil. Namun, akan dikembalikan ke kas daerah," jelasnya.

Dilain pihak, Kepala ULP Setkab Lampung Selatan Tirta mengatakan yang melakukan pengadaan kotak suara adalah Bagian Otda Setkab Lamsel. Namun, secara kebetulan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-nya adalah Oki Setiawan selaku Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa pemerintah. "Kendati demikian, PPK tidak melakukan pembelian barangnya. Tetap yang melakukan pembelian adalah Bagian Otda Setkab Lampung Selatan. Apalagi, nilainya tidak sampai Rp200 juta keatas. Jadi tidak masuk dalam proses lelang (tender, red) proyek. Pengadaan kotak suara ini melalui e-katalog," katanya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR