KEGEMARAN mengabadikan momen yang diimbangi dengan makin canggihnya teknologi kamera memicu terbentuknya sebuah komunitas fotografi sebagai wadah untuk sharing dan berbagi ilmu. Salah satu komunitas fotografi yang tetap eksis adalah Komunitas Photography Lampung.
Komunitas yang telah dibentuk sejak dua tahun lalu, tepatnya pada 26 Maret Agustus 2015, mengawali kegiatan Ramadan tahun ini dengan menggelar rangkaian acara untuk menambah semarak Ramadan yang akan digelar pada 11 Juni 2017 mendatang, salah satunya dengan hunting bareng dilanjutkan dengan buka puasa bersama, bakti sosial, dan ditutup dengan kegiatan sahur on the road dengan mengunjungi beberapa ruas jalan di Bandar Lampung.
Admin Komunitas Photography Lampung, Mustian Arisandi, mengungkapkan komunitas Photography Lampung terbentuk untuk menyatukan para pecinta fotografi di Lampung. Tidak sekadar hobi, mereka juga memberikan edukasi kepada anggota yang bergabung, bahkan komunitas yang didominasi pria ini juga memberikan edukasi kepada pelajar dalam bentuk seminar dan pelatihan bagi mereka yang hobi memfoto atau ingin belajar lebih jauh tentang foto.
“Dari pelatihan itu, kami berikan materi-materi dasar memfoto, seperti mengatur cahaya, blitz, dan cara pengambilan gambar,” ujar Mustian di Sekretariat Komunitas Photography Lampung, Jumat (2/6/2017).
Menurut dia, tidak ada kriteria khusus untuk bergabung dengan komunitas ini. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap anggota baru, salah satunya harus aktif di komunitas.
“Kalau bergabung dengan komunitas hanya ingin mengambil ilmu memfoto lebih baik kursus atau sekolah. Di komunitas Photography Lampung ini kami menekankan asas kekeluargaan, sehingga bukan hanya kuantitas anggota yang kami perbanyak, melainkan loyalitas anggota juga perlu,” kata Mustian, didampingi Bian Arya dan Nurahman Ramadhan.

Salah satu karya anggota komunitas Photography Lampung. Dok. Lampung Post
Dia melanjutkan selain kegiatan Ramadan, kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas ini selain kopi darat yang dilaksanakan setiap Minggu, adalah melakukan hunting foto dengan mengunjungi beberapa objek dan spot foto di beberapa kabupaten, seperti Kalianda dan Pringsewu. Hasil karya foto tersebut rencananya di-publish dalam sebuah pameran. “Setiap hunting sekalian belajar, yang bisa mengajarkan yang belum bisa, jadi tidak ada istilah pelit ilmu.”
Dalam komunitas tersebut, kata dia, anggota tidak hanya diajarkan tentang bagaimana teknik mengambil gambar yang baik dan sesuai dengan passion (gairah)-nya masing-masing. Selain itu, mereka juga mengajarkan fotografi dan videografi, yaitu tata cara bagaimana mengambil gambar yang benar dan sinematik yang biasa dipakai untuk acara-acara dan prewedding.
Mustian menambahkan komunitas ini juga rutin mengadakan kegiatan, baik skala internal maupun eksternal. Dia menyebutkan dalam waktu dekat mereka membuat kegiatan dengan tema utama bridal dengan mengundang berbagai komunitas. Kegiatan tersebut rencananya sekaligus dalam rangka merayakan ulang tahun ketiga Komunitas Photography Lampung.
Bian Arya dan Nurahman Ramadhan mengaku tertarik bergabung dengan komunitas itu selain untuk menambah ilmu dan mengasah hobinya dalam memfoto di komunitas ini keduanya memiliki banyak teman di samping rasa kekeluargaan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang dilakukan oleh komunitas itu, keduanya sebisa mungkin hadir dan mengikuti setiap event yang digelar oleh Komunitas Photography Lampung.
“Kami berdua termasuk baru bergabung dengan komunitas, sebelumnya belajar sendiri.”



 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR