GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lampung Tengah menggelar penyuluhan dan seminar nasional tentang peran guru dalam pencegahan. 

Ketua PGRI Lamteng, Sarjito, mengatakan seminar yang menjadi agenda rutin organisasi dalam memperingati hari besar ini bertujuan untuk menambah wawasan guru dengan mendatangkan narasumber yang tepat.  "Seminar akan diikuti 1.000 guru untuk memeriahkan hari guru," tambah dia. 
Seminar nasional pendidikan dengan tema "Peranan guru dalam mencegah radikalisme, narkoba, dan kenakalan remaja di satuan pendidikan" itu dilaksanakan di Nuwo Balak, Sabtu (25/11). PGRI Lamteng mengundang juru bicara Mabes Polri Kombes Pol Sri Suari, Ketua DPP Granat Indonesia KRH Henry Yosodiningrat, dan Dir Narkoba AKBP Abrar Tantulanai, serta Kabid Humas AKBP Sulistianingsih Polda Lampung. 
Selain seminar untuk memperingati Hari Guru ke-23 nasional, PGRI Lamteng akan menggelar HUT ke-72. Sesuai Keppres nomor: 78/1994 tertanggal 25 November ditetapkan sebagai hari guru nasional. Saat itu pemerintah mengakomodir permohonan PGRI yang telah menggelar kongres pertama kali. 
Menurut Sarjito, setiap Hari Guru Naaional dan HUT PGRI selalu digelar upacara dan resepsi serta pelaksanaan lomba untuk para guru. "Tujuannya untuk peningjatan dan memacu guru dalam berkarya dan berinovasi agar kedepan lebih profesional dan bermartabat," jelas dia. 



Sarjito juga meminta seluruh guru dan anggota PGRI bisa menjadikan peringatan ini guna meningkatkan profesionalisme. "Guru memiliki peran penting dalam pembangunan khususnya sumber daya manusia. PGRI akan menjalin kerjasama dengan Polres Lamteng untuk masalah penanganan profesi guru," tegas Sarjito. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR