BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Petugas dari Satuan Brimbob Polda Lampung bersama Tim Gegana dan Unit Reskrim Polresta Bandar Lampung kembali mendatangi salah satu rumah Mustafa Zailani pascaledakan yang terjadi di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Gedung Air Kecamatan Tanjungkarang Barat.

Rumah Mustafa yang berada di Jalan Ikan Sepat, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan dekat restoran Kakap Jumbo didatangi petugas.
Pemantauan Lampost.co, petugas memasuki gang di lokasi rumah Mustafa tersebut. Belum diketahui benda maupun orang yang diamankan petugas.



Vero (28), warga sekitar yang juga rumahnya masih satu gang dengan rumah Mustafa mengatakan awalnya dirinya hendak memarkir kendaraan di Restoran Kakap Jumbo, namun ia kaget ketika melihat segerombolan petugas berpakain preman mencari Mustafa.

"Jadi saya kira nyari bandar narkoba," ujar tukang parkir itu kepada awak media.

Selang waktu kemudian Tim Gegan pun turun ke lapangan, disertai anggota Brimob dan lain-lain. "Tim Gegana masuk rumah Mustafa untuk menggeledah, saya enggak tahu apa yang dibawa, saya dengerya sih gerebekan terorist, tapi enggak tahu juga," katanya.

Vero menerangkan sehar-hari Mustafa kebanyakan dihabiskan di rumah ibadah. Ia juga belum mengetahui apakah memang Mustafa terlibat pada tindak pidana atau jaringan tertentu.
"Kadang jadi imam di masjid, pokoknya dia pengurus, dia sekitar lima tahun lebih jadi warga situ," ungkapnya.

Wakapolda Lampung Komisaris Besar Agnesta Romano Yoyol, saat diwawancarai awak media, Minggu (24/9/2017). Lampost.co/Asrul Septian Malik

Sementara itu, Wakapolda Lampung Komisaris Besar Agnesta Romano mengatakan petugas telah mengamankan empat orang yang dinyatakan sebagai saksi, yakn Mustafa

Zailani, dan tiga orang lainnya yang berinisial A diduga sebagai anaknya, dua kedua istrinya berinisial berinisal A dan Y.
"Jadi sementara kita amankan empat orang, si MZ, satu anaknya dan dua istrinya," ujarnya kepada awak media di Mapolresta Bandar Lampung, Minggu (24/9/2017).

Agnesta juga belum bisa memastikan apakah ledakan tersebut ada kaitannya dengan bahan peledak dan jaringan teroris. Informasi yang dihimpun Lampost.co, petugas telah mengamankan barang bukti seperti sulfur, urea, potasium dan bahan-bahan kimia lainnya, namun Wakapolda membantah hal tersebut.
"Saya belum bisa sebutkan secara rinci, apakah itu peledak atau bukan, kita masih dalami apa yang menyebabkan ledakan, dan bahan-bahan yang diamankan petugas," katanya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR