GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Puluhan petugas dan warga binaan di lembaga permasyarakatan (Lapas) Gunungsugih menjalani tes urine untuk memastikan tidak ada pemakai maupun peredaran narkoba dalam Lapas, Selasa (8/5/2018).
Guna memastikan jajarannya steril narkoba, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Lampung melakukan test urine kepada 40 petugas Lapas, termasuk Kepala Lapas dan 160 warga binaan yang dipilih secara acak.

Peredaran narkoba di dalam Lapas tidak hanya disebabkan ulah oknum masyarakat yang membesuk dan warga binaan, tetapi juga menyeret aparat penegak hukum. Bahkan di sejumlah tempat,  pelakunya adalah oknum petugas Lapas sendiri. Menyikapi hal itulah jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung yang datang ke Lapas Gunungsugih melakukan test urine kepada 160 narapidana yang dipilih secara acak dan 40 petugas lapas termasuk kepala lapas sendiri.



Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, mengatakan pihaknya mendukung upaya pimpinan memberantas narkoba dalam Lapas dan memerintahkan jajarannya untuk ditest urinenya. Bahkan Syarpani sendiri mengaku ikut menjalani tes urine.
Dari hasil tes tersebut, seluruh petugas dinyatakan negatif dan satu warga binaan diketahui urinenya positif mengandung amfetamin. Saat ini masih diperiksa apakah itu karena narkoba atau karena mengkonsumsi obat yang diberikan melalui resep dokter.
"Ini bentuk komitmen saya dalam memberantas narkoba. Dimulai dari diri saya sendiri, dan  saya siap diberikan sanksi jika terbukti bermain-main. Sudah jelas, sanksinya dipecat dan dipidana," terang Syarpani.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Lampung, Edi Kurniadi, saat melakukan test urine kepada petugas lapas dan warga binaan di Aula Lapas Gunungsugih, mengatakan untuk membersihkan kotoran dibutuhkan sapu yang bersih. Sebab itu ia mengawali dengan test urine kalapasnya, baru dilanjutkan petugas dan narapidana.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR