BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Harapan petinju yang dibina Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung untuk meraih medali di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 kandas. Kepala Bidang Prestasi Dispora Lampung Edi Sunarso mengatakan hasil tersebut akan menjadi bahan eveluasi.
"Ini menjadi evaluasi kami. Ini tentu banyak kelemahan pada kontingen kita," kata Edi, Jumat (15/9/2017).
Pada cabang tinju tersebut, Lampung menurunkan Risky M Daffa di kelas 46 kg. Pada babak penyisihan, Risky harus kalah knout out (KO) dari lawannya, Budianto (Kalimantan Barat). Risky dihajar KO pada ronde pertama setelah mendapat pukulan bertubi-tubi.
Pelatih tinju Lampung, Piter Samuel Hary, mengatakan Risky kalah segala-galanya, baik postur tubuh, jangkauan, maupun teknik. Tentu menjadi pelajaran dan pengalaman bagi dunia tinju Lampung guna menghadapi event serupa dua tahun ke depan.
"Harus kami akui kalau lawan Risky memang begitu kuat dan pengalaman. Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi saya maupun atlet guna menghadapi event sekelas popnas," ujar dia.
Dari cabang tenis meja, tim tenis meja Lampung akan menatap nomor perseorangan untuk berjuang meraih medali di Popnas XIV. "Sesuai dengan peraturan, masing-masing provinsi diperbolehkan menyertakan dua pemain tunggalnya untuk mengikuti nomor perorangan. Lampung akan menurunkan M Teja dan Dion Andika," kata Edi.


 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR