KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengeluhkan banyaknya hama pengerat (tikus) yang menyerang tanaman padi mereka. Akibatnya, petani setempat terancam gagal panen atau puso pada musim gaduh.
Saleh (46), petani di Dusun Umbulioh, mengatakan luas lahan sawah miliknya seluas 1 hektare rusak akibat diserang tikus. Ia khawatir tanaman padi yang kini siap panen terancam gagal.
"Saya sudah mengalami dua kali gagal panen berturut-turut akibat serangan tikus. Saya mengalami kerugian besar, baik di pupuk maupun obat-obatan," kata dia di lahan sawah miliknya, Jumat (15/9/2017).
Menurut Saleh, jika tanaman padi miliknya normal tanpa ada serangan hama tikus dan lainnya, tanaman padi menghasilkan produksi gabah sebanyak 7—8 ton per musim. Namun, dengan adanya serangan hama ini ia hanya mampu memproduksi gabah sekitar 1,5 kuintal.
"Ya, kalau padinya bagus biasanya bisa mencapai 7 ton lebih. Kalau sekarang, bisa cukup untuk makan keluarga sehari-hari saja sudah bersyukur," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Buyung (40), petani lainnya. Ia mengatakan telah berupaya melakukan pengendalian hama tikus tersebut, misalnya pemberian racun tikus secara terus-menerus.
"Kalau upaya sudah sering saya lakukan, Mas. Bukannya berkurang malah makin banyak. Saya juga bingung bagaimana membasmi hama tikus itu. Mau enggak mau saya hanya bisa pasrah," kata dia.
Informasi yang dihimpun lampost.co, keluhan petani bukan hanya serangan hama tikus, melainkan ada bendungan di saluran irigasi yang jebol sehingga petani kesulitan mengaliri lahan pertanian mereka.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR