KALIANDA (Lampost.co) -- Petani di Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan tanaman padi mereka yang berumur 30-40 hari setelah tanam rusak akibat serangan hama tikus.

Seperti yang diungkapkan, Maulani (42) petani asal Desa Bumidaya mengatakan tanaman padi miliknya seluas 0,5 hektare ikut diserang hama tikus. Hama tikus ini mulai menyerang sebelum banjir yang menerjang tanaman padi mereka.



"Tanaman padi saya mengalami kerusakan sekitar 90 persen dari lahan yang ada seluas 0,5 ha. Mengetahui diserang hama tikus dan tidak bisa diatasi, tanaman padi saya potong biar tumbuh lagi," kata Anggota Kelompok Tani Semarang itu, Rabu (28/3/2018).

Hal senada diungkapkan, Yatimin (54) petani lainnya mengatakan dirinya hanya pasrah ketika tanaman padi miliknya rusak diserang hama tikus. Dimana, tanaman padi seluas 1 hektare hanya terdapat 0,25 hektare yang rusak.

"Hingga saat ini tanaman padi kami hanya didiamkan saja. Sebab, upaya kami sudah banyak, mulai penyemprotan hingga dikasih racun. Hama pengerat ini menyerangnya spot-spot," katanya.
 
Sementara itu, Plh. Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan berdasarkan pengamatan dari petugas POPT Palas, serangan hama tikus sudah dilakukan pengumpanan dan pembersihan lahan sawah.

"Rata-rata tanaman padi seluas 30-45 hektare yang diserang hama tikus. Kebanyakan serangan hanya spot-spot dan lokasinya deket sama lokasi banjir dan boloran. Sekarang sebagian mulai tumbuh lagi," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR