KOTABUMI (Lampost.co) -- Memasuki musim tanam tahun ini petani di wilayah Kabupaten Lampung Utara kembali menjerit. Pasalnya, tidak hanya bibit yang langka, tapi juga pupuk susah dicari.
"Ya tepatnya sejak satu bulan terakhir ini, kami mau menanam jagung tapi di toko barangnya tidak ada. Bagaimana mau bercocok tanam kalau begini," kata petani yang juga warga Kotabumi, Hendra Geboy, Kamis (19/10/2017).
Menurut dia, kelangkaan itu terjadi saata memasuki musim tanam, sehingga menyulitkan masyarakat yang mengandalkan hidup pada sektor itu. Ia hanya dapat pasrah menerima keadaan karena stok bibit tak ada.
"Saya sudah keliling kalau di seputaran Kotabumi, namun tetap juga tak ada. Kami mohon kepada pihak terkait, khususnya pemerintah dapat mendengarkan keluhan kami. Kalau mahal tapi barangnya ada sih enak, kalau ini kan kami bingung mau bagaimana lagi," terangnya.
Senada dikatakan petani lainnya, Abdulah. Petani saat ini tidak hanya dipusingkan dengan ketersediaan bibit tanaman, tetapi juga pupuk untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
"Yang lebih bingung lagi ada, kita sudah tanam namun pupuk tidak ada. Bagaimana hasilnya akan baik kalau seperti ini keadaannya, sudah mahal, langka pula itu barang," kata dia.
Ia berharap pihak terkait dan pemerintah daerah dapat peka terhadap keluhan masyarakat. Sebab, bila tidak segera diselesaikan, akan menambah masalah sosial yang ada. Oleh karena itu, perlu ada legalitas maupun transparansi dalam penyaluran bibit maupun pupuk ke lapangan.
"Kalau seperti ini bagaimana, masyarakatlah yang paling dirugikan. Iya kalau usahanya banyak, kalau hanya itu yang diandalkan bagaimana," ujarnya.

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR