WAY KANAN (Lampost.co) -- Petani kopi robusta putri malu, di Kampung Air Ringkih, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan diberikan pelatihan teknik budidaya dalam memanen sampai dengan pascapanen.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan, Bani Aras, saat dikonfirmasi, Kamis (12/7/2018). Ia menjelaskan bahwasannya pelatihan teknik budidaya kebun kopi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para petani kopi dalam memanen kopi.



Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah membuat brand bahwa kopi asli Way Kanan akan diberikan nama Kopi Robusta Putri Malu. "Kopi robusta putri malu inilah yang sedang digadang-gadangkan Pemkab menjadi ciri khas kopi asal Way Kanan tentunya dengan cap pemilik masing-masing," terangnya.

Untuk mewujudkan itulah, Pemkab Way Kanan, melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan memberikan pelatihan kepada para petani kopi mulai dari penanaman sampai dengan panen dan pasca panen.

Seperti, memberikan pelatihan cara menanam kopi, cara memetik kopi yang telah matang atau memetik kopi harus menunggu buahnya merah dan tidak boleh memetik buah kopi yang masih hijau atau belum matang.

Bukan hanya memberikan pelatihan saja kepada para petani, kata Bani Aras. Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan juga menyampaikan kepada para petani bahwa pemerintah juga akan menjadi fasilitator dalam membeli hasil kopi yang benar - benar baik bahkan bisa menjamin memberikan harga diatas rata-rata apabila dijual dipasaran, tegasnya.

"Ini merupakan bentuk pemerintah untuk memberikan kesejahteraan bagi petani kopi yang ada di Kabupaten Way Kanan dengan syarat hasil kopi tersebut benar-benar berkualitas yang baik," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR