KALIANDA (Lampost.co)--Musim panen padi, para petani kesulitan mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan mesin perontok padi.
Sejak sepekan terakhir, para petani yang akan memanen padi kesulitan mendapatkan solar untuk kebutuhan mesin yang mereka gunakan."Sudah seminggu ini solar sulit di cari," kata Juwani (41), petani di Kecamtan Candipuro, Senin (16/4/2018).
Dijelaskannya, pembelian solar menggunakan jeriken ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah tidak diizinkan lagi. "Kalau sebelumnya masih boleh, tapi pembeliannya dibatasi. Kalau sekarang beli di SPBU harus Pertamina Dex," katanya.
Sedangkan pembelian solar di pertamini atau pedagang pengecer selalu kosong atau habis. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi petani membeli solar nonsubsidi.
"Harga solar nonsubsidi dua kali lipat dari solar biasa, membuat biaya kami bertambah," ujar Triyono (33), petani lainnya.
Para petani berharap, pihak terkait bisa menoleransi pembelian menggunakan jeriken untuk kebutuhan petani saat panen dan tanam. "Setiap musim tanam dan panen selalu seperti ini," kata dia.

Sementara itu, saat di konfirmasi ke salah satu SPBU yang berada di Jalan lintas Sumatera (jalinsum) Lampung selatan, jika pembelian premium dan solar tidak di izinkan menggunakan jeriken.
"Perintah pimpinan seperti itu, seiring dengan beredarnya surat pemberitahuan larangan dari Pertamina," kata salah seorang operator yang tidak mau namanya disebutkan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR