KALIANDA (Lampost.co)--Sejumlah petani di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengeluhkan banyaknya hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Akibatnya, petani setempat terancam gagal panen atau puso pada musim gadu.

Saleh (46), petani di Dusun Umbulioh, Desa setempat mengatakan luas lahan sawah miliknya satu hektare rusak akibat diserang hama tikus. Ia khawatir tanaman padi yang kini siap panen terancam gagal panen.



"Saya sudah mengalami 2 kali gagal panen berturut-turut akibat serangan hama tikus. Jelas, saya mengalami kerugian besar, baik di biaya pupuk dan obat-obatan," kata dia saat ditemui di lahan sawah miliknya, Selasa (12/9/2017).

Menurut Saleh, jika tanaman padi miliknya normal tanpa ada serangan hama tikus dan lainnya, maka tanaman padi menghasilkan produksi gabah sebanyak 7-8 ton per musim. Namun, dengan adanya serangan hama ini ia hanya mampu memproduksi gabah sebanyak sekitar 1,5 kwintal.

"Ya, kalau padinya bagus biasanya bisa mencapai 7 ton lebih. Kalau sekarang, bisa cukup untuk makan keluarga sehari-hari saja sudah bersyukur," katanya.

Hal senada diungkapkan, Buyung (40) petani lainnya. Ia mengatakan dirinya telah berupaya melakukan pengendalian hama tikus tetsebut, misalnya pemberian racun tikus secara terus menerus.

"Kalau upaya sudah sering saya lakukan,tapi bukannya berkurang malah semakin banyak. Saya juga bingung bagaimana membasmi hama tokus itu. Mau enggak mau saya hanya bisa pasrah saja,"  katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lampost.co, keluhan petani bukan hanya serangan hama tikus,  melainkan ada bendungan di saluran irigasi mengalami jebol, sehingga petani kesulitan untuk mengaliri lahan pertanian mereka.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR