KALIANDA (Lampost.co) -- Petani wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diimbau segera menggarap lahan persawahan. Sebab, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di wilayah itu mulai meningkat. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Lamsel, Agus Santosa saat dihubungi Lampost.co, Jumat (12/7/2019). Dia mengatakan meningkatnya intensitas hujan dalam dua hari terakhir memberikan peluang  penanaman padi saat musim gaduh tahun ini.



"Iya dua hari belakangan sudah turun hujan cukup merata di wilayah Kecamatan Palas. Ini memberikan peluang bahwa musim tanam gaduh. Jelas hujan yang terjadi sudah cukup untuk melakukan penggarapan lahan awal," kata dia. 

Menurutnya, dengan meningkatnya intensitas hujan itu sudah dipastikan pasokan air tersedia di lahan persawahan dan saluran irigasi. Hal itu seharusnya dimanfaatkan petani untuk melakukan pembajakan lahan. 

"Dari hasil pemantauan sebagian lahan sudah basah dan sudah bisa dilakukan pembajakan tahap pertama. Terutama di lima desa, yakni Desa Mekarmulya, Palasjaya, Pulautengah, Bandanhurip, dan Palaspasemah. Sebab, hujan yang terjadi cukup deras," ujarnya.

Bagi yang masih membutuhkan pasokan air, kata Agus, petani bisa memanfaatkan saluran irigasi dan sumur bor dengan pompanisasi. "Harapan kami lahan pertanian di Kecamatan Palas dapat dimanfaatkan. Artinya, lahan pertanian yang ada jangan dibiarkan lama tidak digarap. Selagi masih bisa dimanfaatkan ya kita manfaatkan," ujarnya. 

Selain itu, kata Agus, ia mengharapkan petani untuk lebih memperhatikan varietas benih padi yang akan ditanam. Dimana, varietas yang harus dipilih memiliki tahan dari serangan hama wereng.

"Mengingat pada musim rendeng kemarin banyak serangan hama wereng, kami juga mengharapkan petani untuk menanam varietas ciherang yang lebih tahan serangan hama wereng," ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR