KALIANDA (Lampost.co) -- Guna mencegah terserang hama tikus pada musim gadu 2018, puluhan petani Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, menggelar geropyokan masal di area persawahan desa setempat, Jumat (31/8/2018).

Berdasarkan pantauan Lampost.co, petani melakukan grobyokan tikus dengan cara membakar sarang hama pengerat. Sebelum dibakar sarang diberi batu belerang.



Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Palas-Sragi, Sumaryo mengatakan ratusan petani secara serentak melakukan gerobyokan tikus di areal persawahan setempat. Dimana, gerakan pengendalian hama tikus bertujuan untuk antisipasi serangan hama tikus pada musim tanam gaduh.

"Gerobyokan hama tikus ini adalah salah satu langkah POPT dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi untuk mengatasi serangan hama tikus pada tanaman padi. Grobyokan tikus ini tidak lain untuk pengendalian hama tikus yang akan mengancam tanaman padi," kata dia.

Sementara itu, Penyuluh Swadaya Kecamatan Sragi, Taman mengatakan gerobyokan tersebut dilakukan dengan cara menyemprotkan gas elpiji yang dicampur dengan belerang kedalam sarang tikus.

"Gas elpiji dan belerang yang disemprotkan akan membuat tikus merasa sesak nafas dan keluar dari sarangnya. Cara ini masih tergolong baru di Kecamatan Sragi namun lebih efektif. Sebelumnya juga sudah dilaksanakan di arela sawah Desa Baktirasa," kata dia.

Taman mengatakan gropyokan ini juga dilakukan untuk menjaga kekompakan petani di Kecamatan Sragi yang mana selama musim gadu gerobyokan telah dilakukan dua kali. Ia berharap kedepannya petani dapat melakukan pengendalian hama tikus secara berkelanjutan.

"Agar petani tergerak untuk mengedalikan hama tikus, pihak POPT juga memberikan petrokum (belerang) gratis kepada petani. Harapan saya kedepaannya mereka melakukan penegedalian sendiri tanpa harus menunggu ada gerobyokan seperti ini," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR