KALIANDA (Lampost.co)-- Para petani di Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro, Lampung Selatan, berharap upaya normalisasi di Bendungan Way Katibung. Pasalnya, bendungan yang mengairi sawah seluas 1.500 hektar, sudah mengering sebelum musim kemarau. 
 
Tahun 2018 lalu, petani setempat sempat mendapat harapan dari kunjungan Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, akan segera di benahi. "Kami sempat senang Pak Nanang kesini tahun lalu," kata Suwandi, warga Kecamatan Sidomulyo, Kamis (25/7/2019). 
 
Namun harapan normalisasi itu, tidak akan terwujud dalam waktu dekat, karena hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya pembenahan bendungan Way Katibung. "Sepertinya sulit terwujud dalam waktu dekat ini," ujarnya. 
 
Petani lainnya, Junaidi menuturkan bendungan Way Katibung merupakan sumber air satu-satunya yang mengairi sawah miliknya. "Sumbernya cuma dari bendungan ini, kalau kering dipastikan gagal panen," kata Junaidi. 
 
Petani setempat sangat berharap, pemerintah daerah cepat ambil langkah untuk normalisasi. "Jangan cuma datang, tapi tidak ada realisasinya," ujarnya. 
 
Terpisah, petugas penjaga pintu air bendungan Way Katibung, Tupon mengaku bendungan sudah tidak ada air sejak dua bulan silam. 
"Sudah sekitar dua bulan air bendungan tidak mampu mengalir ke irigasi," kata dia. 
 
Ia menjelaskan, bendungan Way Katibung mengari sawah di lima desa yang berada di Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro. "Sekarang meskipun pintu air ditutup, tetap saja air tidak ada," katanya. 
 
Sementara itu, Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kecamatan Sidomulyo, Didik mengatakan puncak musim kemarau perkiraan BMKG antara Agustus-September. "Sawah yang masuk kategori kekeringan berat terancam puso," kata dia. 
 
Berdasarkan pantauan lampost.co di bendungan Way Katibung, Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, hanya nampak genangan air di beberapa titik dan bebatuan di dasar sungai yang mengering.  

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR