LIWA (Lampost.co) -- Para petani di Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat mengajukan klaim dana asuransi masa tanam tahun 2017 seluas 2,4 hektare.

Kabid Prasaran dan Sarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Antoni Zakaria mendampingi Kadis Noviardi Kuswan, Senin (19/3/2018), menjelaskan selama tahun 2017, jumlah lahan tanaman padi yang didaftarkan petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) yakni seluas 787 hektare tersebar di sejumlah kecamatan.



Dari jumlah itu, kata dia, terdapat 2,5 hektare diantaranya yang pemiliknya mengajukan klaim dana. "Lahan seluas itu adalah milik kelompok tani di Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit. Klaim dana tersebut telah diajukan ke pihak asuransi dan saat ini tinggal menunggu prosesnya," kata dia.

Dia mengatakan memasuki 2018 hingga saat ini, baru mencapai 166,5 hektare tanaman padi petani yang didaftarkan masuk program asuransi. "Selama 2018 ini baru 166,5 hektare tanaman padi petani yang masuk dalam program AUTP," kata Antoni.

Dia menambahkan, pihaknya mengimbau agar petani dapat memanfaatkan program tersebut dalam rangka antisipasi gagal panen, baik akibat hama, penyakit maupun bencana alam.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR