KRUI (Lampost.co) -- Para petambak udang di Pesisir Barat ini terus memantau kondisi alam, cuaca ekstrem dan curah tinggi yang masih kerap terjadi di wilayah Pesisir Barat. Pasalnya hal itu berkaitan erat dengan pertumbuhan udang ditambak mereka.

Menurut salah seorang petambak udang di Pesisir Barat, Rojak, saat ini petambak baru melakukan penebaran benih. Kondisi udang yang masih kecil, kata dia, memang tidak terlalu mendapat pengaruh langsung terhadap tingginya intensitas hujan di kabupaten itu.



"Udang kecil, baru berumur 10 hari. Yang bahaya itu kalau umur udang sudah mencapai 40 hari hingga 90 hari atau lebih atau umur udang siap panen. Kalau sekedar hujan deras tidak terlalu masalah. Tetapi yang kami takutkan adalah banjirnya sungai yang ada. Kan rata-rata tambak udang yang ada di Pesisir Barat ini di buat di pinggir laut dan dekat dengan muara sungai," kata dia, Kamis (6/12/2018).

Pada saat sungai banjir, lanjut dia, air yang keruh sampai ke pinggir laut, sedangkan tambak membutuhkan sirkulasi air dari sekitar laut itu. Tentunya air yang kotor dan keruh sangat berpengaruh pada kesehatan udang.

"Kalau sekarang udang masih kecil pergantian sirkulasi air masih kurang sekitar empat hari baru diganti airnya. Tetapi kalau udang sudah besar, memang air ditambak harus sering di ganti," kata Rojak.

Dia mengatakan untuk saat ini kondisi di tambak masih stabil dan pihaknya melakukan pemeliharaan rutin seperti memberikan pakan untuk udang dan menstabilkan kadar air atau PH menggunakan kapur.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR