MENGGALA (Lampost.co)--Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Lampung, Nafian Faiz, menyebut penerimaan sertifikat hak milik (SHM) petambak merupakan momentum kemerdekaan berekonomi bagi petambak di Kecamatan Rawajitu Timur.

"Sejak tahun 1980-an baru hari ini, para petambak dapat melihat wujud asli dari sertifikat hak milik mereka masing-masing, yang selama ini berada ditangan pihak perbankan sebagai jaminan terkait kerja sama kemitraan inti plasma yang dulu pernah mereka jalani," kata Nafian usai menerima secara simbolis penyerahan SHM tanah dan tambak warga dari pihak perusahaan PT Centra Proteina Prima, di sekretariat kantor P3UW, Rabu (18/4/2018).
Ia mengatakan dalam kurun waktu empat tahun kedepan ribuan petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur akan segera menerima SHM dan merupakan salah satu agenda lanjutan dari hasil kesepakatan bersama antara Pihak CP Prima dan Petambak Dipasena yang diadakan pada 7 Oktober 2017 lalu. 
"Hari ini kita menerima 400 sertifikat dari total 6.500 sertifikat. Mekanisme penyerahan sertifikat se-Bumi Dipasena dibuat dalam beberapa tahapan sambil menyelesaikan proses perubahan nama dan hal administratif lainnya," kata dia.
Mang Hansun, salah satu petambak yang menerima sertifikat pada tahap pertama mengaku terharu, karena perjuangan petambak selama ini telah membuahkan hasil.
"Saya terharu, karena sejak tahun 1989 baru hari ini saya memegang sertifikat asli atas lahan tambak dan rumah tinggal yang selama ini saya tempati untuk usaha," ujar Hansun.
Sementara itu Kuasa Direksi PT CP Prima, Arman Zakaria Diah mengatakan, penyerahan sertifikat yang merupakan bagian dari kesepakatan kedua belah pihak merupakan solusi terbaik.
Menurutnya yang dibutuhkan saat ini ialah perbaikan infrastruktur sehingga hasil produksi petambak dapat lebih meningkat.
"Saat ini yang dibutuhkan kedua belah pihak adalah dukungan infrastruktur seperti jalan dan listrik supaya hasil produksi bisa lebih meningkat dan petambak bisa lebih sejahtera," kata dia. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR