MENGGALA (Lampost.co)--Jika sebagian masyarakat pergi ke Bank membawa surat berharga sebagai jaminan atau agunan atas utang yang mereka ajukan, petambak Dipasena yang justru membayar pihak Bank untuk mengamankan sertifikat tanah yang baru saja mereka terima dengan menyewa safety box bank.
Perwakilan petambak Dipasena, Senin (7/5/2018), siang mendatangi kantor Wilayah Bank BRI di jalan Raden Intan Bandar Lampung guna menyimpan 400 ekslempar SHM milik petambak Dipasena untuk diamankan sementara menunggu seluruh SHM yang ada diterima oleh petambak sesuai  perjanjian bersama yang dibuat antara pihak petambak dengan pihak CP Prima.
Nafian Faiz, Ketua Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang wilayah Lampung menyampaikan bahwa keputusan menyimpan aman SHM petambak Dipasena ke Safety Box milik Bank ini adalah kesepakatan bersama masyarakat di kecamatan rawajitu timur sebagai langkah antisipasi keamanan sambil menunggu proses pembagian SHM secara total selesai melewati tahapan-tahapan yang disepakati.
"Rencananya kami akan sewa Safety box sampai 3 tahun yang akan datang , seluruh biaya sewa dan administrasinya ditanggung bersama oleh para petambak melalui P3UW," ujar Nafian.

Selain sebagai tindakan pengamanan kebijakan menyewa safety box bank adalah pembuktian bahwa tanpa harus memilik utang dan menjalankan sistem usaha kemitraan bagi hasil yang baik usaha budi daya udang yang dijalani oleh masyarakat saat ini mampu meningkatkan kesejahteraan lebih optimal.
Pembagian Sertifikat Hak milik (SHM) petambak yang merupakan salah satu poin resolusi damai dari kesepakatan bersama antara petambak dipasena dengan PT CP prima secara bertahap direalisasikan oleh kedua belah pihak. 
Pada April lalu sebagai  tahapan pertama sebanyak  400 ekslempar SHM telah dibagikan langsung ke petambak dari pihak perusahaan . Pembagian SHM dengan total 6.000-an lebih ekslempar ini dijadwalkan akan selesai dalam beberapa tahapan.



Kejelasan status lahan di area pertambakan Bumi Dipasena semakin terang setelah perjanjian bersama antara pihak CP Prima dengan ribuan petambak yang diwakili oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) pada Oktober tahun lalu. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR