KELAINAN perkembangan saraf atau autisme tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, melainkan juga lingkungan. Baru-baru ini, gabungan peneliti dari New York University dan Turku University tertarik mencermati pengaruh paparan pestisida terhadap risiko autisme.

Mereka fokus pada kandungan pestisida, diklorodifeniltrikloroetana (DDT) yang merupakan senyawa kimia untuk mengendalikan populasi serangga. Zat DDT berpotensi masuk rantai makanan.
Bahan kimia yang menumpuk dalam tubuh, terutama jaringan lemak, diyakini memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Apalagi wanita yang tengah hamil.



Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar diklorodifeniletilen (DDE), pecahan dari zat DDT, dalam tubuh ibu hamil berpotensi membawa risiko autisme janin. Ketika kadar DDE melampaui level 75 persentil, risiko bayi yang menderita autisme dengan cacat intelektual mencapai dua kali lipat.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR