SEJAK dua pekan terakhir lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung mendadak berubah menjadi lautan manusia. Setiap sore hingga menjelang malam, pengunjung tidak berhenti berdatangan. Ratusan stan pedagang dan berbagai instansi memenuhi pusat kegiatan olahraga di Provinsi Lampung itu dalam perhelatan pameran tahunan Lampung Fair.

Baca Juga : Dusun Harapanmulya Langganan Banjir



Selain menjadi ajang pameran pembangunan terakbar, Lampung Fair juga menjadi panggung bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Ruwa Jurai untuk menampilkan produknya. Ada seberkas harapan dari para pelaku industri kreatif dari keriuhan pesta rakyat tersebut.

Salah satu UMKM yang turut memeriahkan Lampung Fair tahun ini adalah galeri busana dan tapis, Kinan Collection. Berasal dari Kabupaten Pringswu, galeri milik Lilik Basuki tersebut menjajakan aneka koleksi busana dan kain tapis.

Lilik menuturkan sudah dua kali ikut pameran di Lampung Fair melalui Dekranasda Kabupaten Pringsewu. Namun dalam perhelatan Lampung Fair tahun ini ia menilai jauh lebih ramai dan pengunjung stan miliknya juga lebih banyak. "Karena pengunjung lebih banyak maka tingkat penjualan produk juga lebih meningkat," kata Lilik, ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Pelatih Jepang Pun Memuji Indonesia U-19

Lilik mengungkapkan tujuan utama mengikuti pameran bukan untuk mencari keuntungan, akan tetapi ingin produknya dikenal masyarakat luas. "Supaya masyarakat tahu kalau di Pringsewu juga memiliki sentra industri tapis. Bagaimana masyarakat mau membeli kalau enggak tahu dan kenal," ujar dia.

Untuk menarik perhatian pengunjung, dia memilih menampilkan produk-produk busana dan kain tapis terbaru dengan inovasi berbeda dari kebanyakan produk. Lilik menilai agenda Lampung Fair sangat dibutuhkan bagi para pelaku UMKM. Selain menambah relasi, melalui pameran di Lampung Fair, promosi yang dilakukan UMKM bisa menjangkau masyarakat lebih luas dibanding dengan memamerkannya sendiri di gerai. "Peluang dan relasi itu sudah pasti dapat karena tujuan kami ke sini untuk membangun jaringan, suatu produk tidak akan dikenal atau laku kalau tidak punya relasi atau jaringan ke luar, sulit untuk berkembang," ujar Lilik.

 

Menikmati Pameran

 

Tidak hanya menguntungkan bagi pelaku UMKM, Lampung Fair juga masih disambut meriah oleh para pengunjung, terutama yang berasal dari luar Bandar Lampung. Agustin, warga Kalianda, Lampung selatan yang datang ke arena pameran bersama rombongan keluarganya mengaku menikmati kemeriahan pameran. Berbagai anjungan kabupaten yang menampilkan kekhasan daerahnya menjadi daya tarik tersendiri.

"Alhamdulillah menikmati, tadi sudah ke beberapa anjungan, banyak fasilitas yang diberikan salah satunya ikut tes golongan darah, " ujar perempuan berhijab itu.

Hal senada dikatakan Adian Indrajaya, warga Pesawaran, yang mengaku cukup terkesan dengan Lampung Fair tahun ini yang dinilai lebih semarak dan meriah. "Tahun kemarin anjungan Way Kanan tidak buka, tahun ini buka, tapi secara umum lebih ramai tahun ini, lebih tertib juga," kata dia.

Adian berharap ke depan pesta rakyat seperti Lampung Fair bisa lebih terjangkau masyarakat, salah satunya dengan menurunkan harga tiket masuk dan harga parkir yang dinilai masih cukup mahal yakni mencapai Rp5.000—Rp10 ribu. "Harapannya harga parkir diturunin lagi dan harga tiketnya dimurahin atau gratis, kan ini pesta rakyat," ujar Adian.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR