BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Debur ombak yang bersahutan menyapa ramah pengunjung Pantai Kedu. Di pinggir pantai, ada sebuah kapal tidak bertuan yang terdampar. Buih putih ombak pantai berkejaran menyemarakkan suasana pantai yang dibuka pada Februari 2017. Dedaunan pandan laut yang berjejer di tepian, menari tertiup angin.
Pantai di Sinar Laut, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, itu memang cocok untuk tempat bersantai. Pengunjung bisa berjalan di pantai untuk menikmati lembutnya pasir dan sejuknya air laut. Namun, tidak disarankan untuk berenang karena ombak relatif besar, arus bawah yang cukup kuat, dan pasir rentan ambles.
Untuk menambah keseruan piknik pantai, pengelola menawarkan penyewaan ATV. Cukup membayar Rp25 ribu, ATV bisa dinaiki dua orang dewasa. Untuk anak-anak, bisa bermain sepuasnya di istana balon hanya dengan biaya Rp10 ribu.
Ada pula ayunan yang bisa digunakan secara gratis. Untuk duduk dan bersantai, pengunjung bisa memanfaatkan meja serta kursi kayu yang tersebar di beberapa titik.
Bagi pengunjung yang ingin swafoto, bisa berfoto di stan dengan latar pantai. Kapal karam tidak bertuan di bibir pantai juga kerap dimanfaatkan pengunjung untuk foto.
Pantai yang berada di bawah kaki Gunung Rajabasa itu menyuguhkan banyak kesenangan. Dari pantai itu, pengunjung juga bisa memandangi gugusan pulau, di antaranya Pulau Sebesi, Sebuku, dan Setiga.

Penjaga Pantai

Saprudin, selaku penjaga pantai, menjelaskan nama Kedu berasal dari bahasa Lampung yang berarti pusaran air. Pengunjung tidak disarankan berenang karena arus bawah kuat dan pasir mudah ambles. Demi menjaga kenyamanan dan keselamatan, pengunjung diawasi oleh penjaga pantai. "Ada 13 penjaga Pantai Kedu dilatih oleh Basarnas," kata Saprudin, awal September 2017.
Daratan pantau seluas 2 hektare juga kerap dimanfaatkan sejumlah komunitas untuk berkemah. "Beberapa waktu lalu ada komunitas Vespa yang berkemah di sini," kata dia.
Pejalan kaki gratis masuk ke pantai itu. Bagi sepeda motor hanya dikenai biaya Rp5.000 dan mobil Rp10 ribu untuk biaya parkir dan kebersihan. Salah satu pemandangan terbaik di tempat itu adalah saat matahari terbenam sekitar pukul 17.45, yang mengguratkan warna keemasan di cakrawala. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR