KRUI (Lampost.co) -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Barat sejak Minggu (24/6/2018) siang, menyebabkan ratusan rumah warga di Kecamatan Pesisir Selatan terendam banjir. Jalan lintas pantai Barat (Jalinpanbar) juga putus di Pekon Mandiri, Kecamatan Krui Selatan tidak dapat dilewati. 

Peratin Pekon Ulokmanik Kecamatan Pesisir Selatan Mustapiri, kepada Lampost.co saat dihubungi, Minggu (24/6/2018) pukul 20.00 mengatakan saat ini warga masih bertahan di rumah mereka dan rumah warga yang lokasinya tinggi. Di pekon itu diperkirakan terdapat 245 kepala keluarga (KK) yang mengalami banjir dengan ketinggian air rata-rata sepinggang orang dewasa. 



"Di beberapa titik bahkan lebih dalam, sepinggang orang dewasa itu di sekitar masjid Ulokmanik.  Saya sampai saat ini tidak bisa keluar rumah terjebak banjir dimana-mana,  ketinggian air di rumah saya saja sudah mencapai 50 cm,  padahal lokasinya cukup tinggi untuk pemukiman warga disini, "  kata dia. 

Pihaknya meminta agar pemkab setempat segera menyalurkan bantuan perahu karet dan peralatan lain untuk membantu warga,  sebab bukan hanya di Pekon Ulokmanik, kata dia,  diperkirakan banjir juga terjadi di Pekon Pakunegara, Pekon Sukarame, Kecamatan Pesisir Selatan. 

"Mudah-mudahan tidak korban jiwa,  ternak warga seperti sapi kambing kerbau sudah diungsikan ke kebun-kebun atau lokasi yang lebih tinggi . Tetapi saya dapat informasi di Pekon Pakunegara ketinggian air hampir mencapai langit-langit rumah warga, " kata Mustapiri.

Babinsa, Praka Aswin dari Koramil 422- 03/Pesisir Tengah,  mengatakan hujan dari pukul 12.30 menyebabkan jalan putus di Jalinpanbar, Pekon Mandiri Sejati dan belum  dapat dilewati kendaraan.  

"Ketinggian air diaspal saja sudah mencapai lutut,  kalau di lokasi jalan darurat yang ada ketinggian hingga satu meter lebih. Memang semestinya ada alat berat ekskavator yang masuk untuk mempercepat evakuasi, " kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR