BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri di Provinsi Lampung menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Akademik 2019/2020. Pendaftaran tersebut dimulai sejak Senin-Rabu, 17-19 Juni 2019. Dalam perjalannya sekolah menemukan beberapa peserta yang berpotensi melanggar administrasi.

Kepala SMA Negeri 15 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi, mengatakan di sekolahnya menemukan beberapa kendalanya terkait administrasi kependudukan seperti ada Kartu Keluarga (KK) yang belum 1 tahun. Kemudian ada yang perbaruan KK tapi fotocopian KK yang lama tidak ada. Namun pihaknya tetap berpatokan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB.



"Kita tidak bisa mengakomodasi siswa-siswi disekitar kita bila administrasinya bermasalah," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2019)

Ia mengatakan di sekolahnya menyediakan 324 kursi untuk kuota PPDB 2019/2020. Sejauh ini pendaftar yang ada melebihi kuota tersebut. Ada sekitar 20-25% pendaftar tersebut berpotensi tidak sesuai administrasi. Pihaknya terbuka bila ada orang tua siswa yang ingin komplain.
"Kalau dia KK perbaruan dan ada bukti foto copi KK lama maka akan kita layani. Kita berpedoman dengan aturan yang ada," katanya. 

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR