Sebanyak 12 orang dinyatakan tewas dalam insiden pesawat jatuh di Kosta Rika. Sepuluh warga Amerika Serikat (AS) dan dua pilot asal Kosta Rika itu terbang dari tempat liburan di pantai Pasifik.

Beberapa pejabat mengatakan, pesawat kecil itu jatuh dan terbakar sesaat setelah lepas landas. "Pemerintah Kosta Rika sangat menyesalkan kematian 10 penumpang warga As dan dua pilot Kosta Rika dalam kecelakaan udara yang terjadi di wilayah Guanacaste," ujar Presiden Kosta Rika, Luis Guillermo Solis dalam pernyataannya di media sosial.
Dilansir dari laman AFP, Senin (1/1/2018), seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS telah mengonfirmasi kematian sepuluh warganya dalam kecelakaan pesawat tersebut. "Kami mengonfirmasi kematian beberapa warga AS dalam sebuah kecelakaan pesawat di Kosta Rika. Kami akan memberikan bantuan kepada korban dan keluarganya," kata pejabat tersebut.
Salah seorang pejabat Kosta Rika, yang tidak disebutkan namanya mengatakan pesawat kecil yang ditumpangi 10 warga AS itu milik maskapai penerbangan Nature Air. Pesawat yang jatuh bermesin turboprop tunggal Cessna 208 Caravan.
Kementerian Keamanan Publik Kosta Rika mengunggah gambar yang menunjukkan puing-puing pesawat yang menghitam. Mereka masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu.
Guanacaste merupakan tujuan liburan populer, terutama sepanjang 2017. Lokasi yang berupa pantai dan hutan yang sunyi itu memberikan ketenangan bagi wisatawan yang melarikan diri dari musim dingin di belahan bumi bagian utara. Warga Amerika menjadi kelompok turis terbesar yang mengunjungi Kosta Rika.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR