YAMAN (lampost.co)---Sebuah pesawat tempur Arab Saudi jatuh di Yaman. Pesawat yang diyakini sebagai jenis Tornado buatan Inggris tersebut jatuh di provinsi Saada, Minggu (7/1/2018).

Pemberontak Houthi menyampaikan lewat saluran televisi al-Massirah bahwa mereka telah menembak pesawat tersebut. Namun, kantor berita Saudi Press Agency atau SPA melaporkan bahwa jet tempur tersebut mengalami "kesalahan teknis" di tengah operasi militer.



Riyadh mengatakan sebuah operasi khusus dilakukan guna mengevakuasi dua pilot tersebut yang masih hidup dalam kecelakaan tersebut.

Seorang juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan Komando Pasukan Koalisi Arab Saudi menerapkan sebuah operasi bersama untuk mengevakuasi dua pilot dengan partisipasi pasukan udara dan darat. Seperti dilansir Express, kedua pilot tersebut dievakuasi ke wilayah-wilayah Kerajaan.

Jika klaim Houthi benar, insiden itu akan menjadi eskalasi lain dalam konflik yang sedang berlangsung di Yaman. Pada Sabtu (6/1/2018), pemberontak menembakkan sebuah rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Arab Saudi di perbatasan.

Kejadian itu menyusul ditembakkannya rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan yang terjadi pada 4 November itu membuat pasukan Arab Saudi meningkatkan blokade di Yaman.

Arab Saudi menuduh Iran memasok rudal ke pemberontak Houthi. Teheran membantah tegas tuduhan tersebut. Riyadh terlibat dalam konflik Yaman pada Maret 2015.

Houthi beraksi di sejumlah wilayah di Yaman sejak 2014. Mereka membuat Presiden AbedRabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.

Konflik tersebut secara luas dilihat sebagai perang antara dua seteru regional, Arab Saudi dan Iran. Konflik ini telah membuat dua juta warga Yaman kehilangan tempat tinggal, memicu wabah kolera, dan mendorong negara tersebut ke jurang kelaparan. Sedikitnya 10 ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut.

loading...

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR