LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 15 July
4196
Kategori Internasional
Penulis Antara
Editor Delima
LAMPUNG POST | Perusahaan Eropa Diminta Tak Selidiki Facebook Pegawai
Ilustrasi. (Foto : MTVN)

Perusahaan Eropa Diminta Tak Selidiki Facebook Pegawai

(Lampost.co)--Para pemimpin perusahaan di Eropa diminta tidak mengintip profil Facebook maupun Twitter pegawainya meskipun akun mereka terbuka untuk publik, menurut peraturan baru di sana.

Kelompok yang terdiri dari pengawas data nasional Uni Eropa, termasuk Inggris Raya, memperbarui Pasal 29 Perjanjian Kerja.

Pembaruan tersebut keluar setelah pertaruran baru yang memperketat perlindugan data, mulai berlaku tahun depan dan mereka menerapkan denda besar bagi perusahaan yang menyalahgunakan data pribadi.

Penggunaan media sosial dikhawatirkan akan mempengaruhi prospek memperoleh pekerjaan terkait unggahan mereka.

Di Eropa, ditemukan kasus pegawai dipecat karena status Facebook yang dianggap tidak pantas atau lamaran kerja ditolak.

Tahun lalu, Pengadilan HAM Eropa membolehkan para pemimpin perusahaan mengawasi e-mail karyawan.

Menurut Jobvite, 87 persen perekrut mengecek akun LinkedIn pelamar, 43 persen Facebook dan 22 persen Twitter.

Pasal 29 itu bukan undang-undang, tapi, akan mempengaruhi bagaimana otoritas perlindungan data menerapkan peraturan tersebut.

Berdasarkan pasal tersebut, pemberi kerja dapat "memindai pekerja dengan mengumpulkan informasi mengenai teman, pendapat, kepercayaan, ketertarikan, kebiasaan, asal, sikap dan perilaku".

Mengecek media sosial hanya diperbolehkan bila sesuai dengan performa pekerjaan yang dilamar".

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv