BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan perbankan syariah mengalami perlambatan hingga periode Oktober 2018. Pelemahan itu terjadi pada nilai aset yang menurun 0,99% dan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai -9,62%.

Kepala OJK Lampung Indra Krisna menjelaskan berdasar catatan perbankan syariah di Lampung mengalami pelemahan. Hingga Oktober 2018, aset perbankan syariah mencapai Rp3,72 triliun. Angka itu menurun 0,99% dibandingkan Oktober 2017 yang mencapai Rp3,76 triliun dan 5,24% dari hasil Desember 2017 sebesar Rp3,93 triliun.



Sementara DPK pada giro, tabungan, dan deposito mengalami penurunan lebih dalam hingga 9,62%, yaitu Rp2,5 triliun pada Oktober 2017 menjadi Rp2,2 triliun pada Oktober 2018. "Ini menjadi pekerjaan rumah bagi industri perbankan di Lampung untuk bisa menggeliatkan industri di bidang syariah ini," kata Indra kepada lampost.co, Rabu (9/1/2019).

Dia melanjutkan kondisi itu salah satunya disebabkan dari jumlah akun rekening aktif yang turut berkurang sebesar 1,51% dari 665.481 akun pada Desember 2017 menjadi 655.435 rekening hingga Oktober 2018.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR