BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pertumbuhan yang cukup baik dari sisi penyaluran pembiayaan perbankan syariah yang meningkat hingga 8,82%, yang pada Oktober 2017, perbankan syariah Lampung hanya menyalurkan kredit sebesar Rp2,94 triliun menjadi Rp3,2 triliun dari 154.392 akun rekening pada Oktober 2018.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah tersebut lebih baik dibandingkan kredit pada perbankan konvensional yang hanya meningkat 6,11% sebesar Rp63 triliun.



"Kedua jenis perbankan itu dalam pembiayaannya sebagian besarnya masih diberikan kepada sektor produktif, seperti modal kerja dan investasi. Itu memang selalu menjadi fokus industri selain adanya sektor konsumtif. Dengan risiko kredit masih dalam relatif aman dengan rasio NPL di bawah 5% yaitu 2,3%," ujarnya.

Baca juga:

Pertumbuhan Perbankan Syariah di Lampung Melambat

Namun, selain itu, kondisi terbalik terjadi pada sisi aset dan penerimaan dana pihak ketiga. Tercatat, hingga Oktober 2018, aset perbankan syariah mencapai Rp3,72 triliun. Angka itu menurun 0,99% dibandingkan Oktober 2017 yang mencapai Rp3,76 triliun dan 5,24% dari hasil Desember 2017 sebesar Rp3,93 triliun.

Sementara DPK pada giro, tabungan, dan deposito mengalami penurunan lebih dalam hingga 9,62%, yaitu Rp2,5 triliun pada Oktober 2017 menjadi Rp2,2 triliun pada Oktober 2018.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR