PANARAGAN (Lampost.co)--Malam ke 15 bulan Suci Ramadan 1439 Hijiriyah, diperingati ratusan santri di kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bermain sepak bola api di halaman pondok pesantren pondok pesantren (Ponpes) Darurohman,  Tiyuh Mulyakencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah. 
Ratusan santri bersama anggota Barisan Ansor serbaguna (Banser), ikatan pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), dan pendekar Pagar Nusa serta warga sekitar ikut serta melebur dalam pertandingan sepak bola api yang terbuat dari buah kelapa kering yang sebelumnya di rendam dengan minyak tanah tersebut. 
Menurut ketua pelaksana, Abdullah Nasir kegiatan sepak bola api ini bertujuan sebagai sarana hiburan dan ajang melatih keberanian para santri pondok pesantren.
"Permainan yang bisa dibilang cukup ekstrim ini dimainkan oleh para santri namun sudah di pertimbangankan faktor keamanannya," ujar pengurus ponpes Darurohman tersebut, Jumat (1/6/2018).

Sepintas terlihat ngeri, pasalnya api yang berkobar panas dan dapat sewaktu waktu membakar itu justru malah menjadi ajang permainan. Meskipun terkesan menakutkan, namun para santri tampak menikmati permainan tersebut bersama para rekan-rakannya.
"Kegiatan ini sudah dinantikan para santri Pesantren Darurohman, dan akan menjadi tradisi tahunan setiap Ramadhan yang menarik dan unik," kata dia. 
Kegiatan berlangsung sekira tiga jam ini, dapat membuat para santri tampak gembira setelah sekian hari mengikuti program pesantren ramadhan, mereka menikmati permainan tersebut. 
Kemeriahan bertambah saat olahraga atraksi bola api yang pertama di gelar tersebut mendapatkan dukungan suporter yang memberikan semangat kepada tim yang bertanding dan berlaga pada ajang bola api ini.
"Semoga kegiatan ini dapat menjadikan ajang silaturrahim bagi para santri, banser dan pagar nusa," harap Nasir. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR