JAKARTA (Lampost.co)--Kunjungan balasan Perdana Menteri India Narendra Modi kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (30/5/2018), menghasilkan 12 Nota Kesepahaman (MoU) dan beberapa perjanjian lainnya.

MoU itu meliputi beragam sektor, mulai dari kerja sama teknologi, transportasi kereta api, perdagangan, kesehatan, farmasi, dan kebudayaan. Dalam bidang teknologi, cakupan kerja sama meliputi bidang Teknologi dan Informasi (TI), ilmu kelautan, manajemen bencana, informasi geospasial, kimia terapan dan lainnya.
Di bidang transportasi kereta api, kedua negara sepakat saling bertukar pengetahuan, teknologi konstruksi, perawatan rel, terowongan dan fasilitas pendukung lainnya.
Untuk perjanjian kedua negara, salah satu yang paling banyak kerja samanya adalah bidang ekonomi dan pertahanan.
Sementara itu, Presiden Jokowi dan PM Modi telah menggelar diskusi ekstensif mengenai isu bilateral, regional dan juga global. Keduanya juga bertukar pandangan mengenai kebijakan strategis yang dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dengan India.
Baik Indonesia maupun India sama-sama mengekspresikan kepuasan atas suksesnya kemitraan strategis kedua negara. Presiden Jokowi menilai kemitraan strategis komprehensif ini harus diisi dengan kerja sama yang konkret.
Hubungan dua negara ini telah menemukan momentum baru setelah Presiden Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada Desember 2016.
Sebelum menandatangani MoU, Presiden Jokowi dan PM Modi menyempatkan diri bermain layang-layang di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Jokowi menerbangkan layang-layang dengan corak bendera India, sedangkan Modi menerbangkan layang-layang bercorak hubungan 70 tahun Indonesia-India.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR