PERTEMPURAN terbesar sejak 2014 mengentak Gaza, Palestina, Rabu (30/5/2018). Jet-jet tempur Israel melakukan lebih dari 35 serangan udara ke Gaza setelah sekitar 70 roket dan mortir ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, Selasa (29/5).

Pasukan pertahanan Israel (IDF) menyatakan serangan udara ke tujuh lokasi di Gaza itu menargetkan kelompok Hamas dan Jihad Islam yang dianggap bertanggung jawab atas serangan roket dan mortir ke wilayah Israel. Jihad Islam merupakan kelompok bersenjata terbesar kedua di Gaza setelah Hamas.



Setidaknya ada 26 proyektil yang berhasil dihalau sistem pertahanan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan memberikan tanggapan yang keras atas serangan mortir dari Gaza.

"IDF akan menanggapi serangan-serangan ini dengan kuat," tegas Benjamin. Militer Israel menyatakan tiga tentaranya terluka akibat serangan dari Gaza.

"Mereka memiliki kemampuan kendali, dan kekuatan untuk meningkatkan atau meredakan situasi," kata juru bicara IDF Jonathan Conricus.

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan perlawanan dari Gaza untuk membela hak rakyat Palestina. "Pendudukan Israel memikul tanggung jawab penuh atas eskalasi yang akan datang," tulis pernyataan Hamas.

Serangan dari Gaza terjadi beberapa pekan setelah unjuk rasa mematikan di perbatasan Gaza yang dimulai 30 Maret 2018. Rakyat Palestina meminta agar Israel mengembalikan wilayah negeri itu yang dianeksasi Israel.

Sebagian besar tewas dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza-Israel termasuk 61 orang yang tewas pada 14 Mei 2018. (Kompas.com, 30/5/2018)

Mayoritas korban tewas warga Palestina itu ditembaki tentara Israel saat berunjuk rasa di perbatasan Gaza 14 Mei menolak dipindahkannya Kedubes AS ke Jerusalem (Al Quds). Protes itu dilakukan puluhan ribu warga Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut setidaknya 2.770 orang terluka dalam aksi protes itu. Pasukan Pertahanan Israel mendata lebih dari 35 ribu orang melakukan protes di sepanjang perbatasan Gaza. (Republika.co.id, 15/5/2018)

Dengan serangan jet-jet tempur Israel yang membombardir kawasan Gaza sejak Rabu (30/5/2018) dengan alasan membalas serangan roket ke wilayah Israel yang dilakukan Hamas dan Jihad Islam, akan jauh lebih banyak lagi warga Palestina jadi korban.

Dunia Islam harus bisa segera menyatukan tindak secara nyata untuk menghentikan kegilaan Israel dan AS itu. Tidak cukup cuma sedih melihat rakyat Palestina dibantai. ***

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR