MENGGALA (Lampost.co)-- PT Pertamina MOR II Sumbagsel menyalurkan dana kemitraan senilai Rp31,4 miliar kepada para petambak udang di Desa Bratasena Adiwarna dan Bratasena Mandiri Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

"Program kemitraan seperti ini telah dilakukan sejak Maret 2018 lal kepada 110 petambak dengan nilai sebesar Rp8 miliar dan telah berjalan dengan baik," ujar Regional Manager Communication & CSR Pertamina MOR II Sumbagsel, Rifki Rahman Yusuf di Bratasena, Tulangbawang, Selasa (4/12/2018).



Ia menyebutkan, pertimbangan program tahap pertama itu, Pertamina kembali menyalurkan dana untuk program kemitraan tahap kedua kepada 395
petambak dengan nilai Rp31 miliar lebih.

Menurutnya, dengan kerja sama ini, ekonomi daerah dapat bergulir dengan baik sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan petambak sesuai harapan
pemerintah daerah. "Ke depan sepertinya program seperti ini mungkin akan kembali digulirkan, karena potensinya tinggi dan dampaknya sangat baik bagi para petambak," ujarnya.

Sementara itu Dirut Perum Perindo, Risyanto Suwanda, mengatakan, program kemitraan ini salah satu program unggulan Kementerian BUMN, dan merupakan contoh BUMN Hadir Untuk Negeri.

Menurutnya, perikanan merupakan sektor yang sangat potensial, namun kenyataannya saat ini kalangan ekonomi bawah kebanyakan adalah masyarakat perikanan.

Ia menjelaskan, menjadi tantangan bagi masyarakat perikanan, belajar dari sejarah petambak udang saat masih bermitra dengan PT. CPB dahulu yang mencapai panen udang 200 ton per hari.

Ia meyakini hal itu dapat diraih kembali bahkan lebih melalui program kemitraan ini jika dijalankan dengan penuh komitmen dan keyakinan bersama.

"Jika program ini dapat dijalankan dengan penuh komitmen, saya yakin pencapaian panen udang 200 ton per hari pada 20 tahun lalu dapat tercapai bahkan lebih," ujar Risyanto Suwanda.

Ketua Forum Silaturahmi (Forsil) Petambak Bratasena Tulang Bawang, Cokro Edi Prayitno, menuturkan kerjasama ini menjadi motivasi para petambak untuk meningkatkan produksi udang dimana saat ini hasil petambak sebanyak 350 ton per bulan.

Menurutnya, dengan potensi permodalan serta sarana prasarana produksi yang diberikan, pihaknya yakin hasil 200 ton per hari seperti 20 tahun lalu dapat dicapai kembali.

"Harapannya melalu ikerjasama ini ada peningkatan produksi udang di Bratasena," Kata Cokro Edi Prayitno.

 

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR