BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sekretaris Komisi II DPRD Lampung Joko Santoso mengatakan elpiji tiga kilogram memang diperuntukkan untuk rumah tangga kurang mampu.  Maka jika digunakan untuk peternak dan lainnya tidak diperbolehkan.

"Kalau peternak, kan sudah dikategorikan mampu karena kapasitas peternak ity hitungannya ratusan ekor,  kalau sedikit mereka rugi," kata dia kepada Lampost.co, Senin (24/9/2018).



Joko menjelaskan, Pertamina harus mengkaji, siapa yang layak menggunakan gas melon sehingga tidak salah sasaran dalam penggunaannya.

"Harus dikaji, untuk masyarakat miskin yang mana, dan industri juga harus dibantu,  elpiji mana yang semestinya digunakan oleh industri," paparnya.

Namun, bagi masyarakat miskin yang melakukan usaha mikro seperti penjual bakso keliling dan dagangan kecil lainnya diperbolehkan. "Karena usaha mereka skala kecil, dan masuk kategori miskin," paparnya.

Pemerintah juga harus melihat kondisi dilapangan dimana saat ini masyarakat miskin kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.

"Pertamina harus memastikan ketersediaan gas melon,  harus dicukupkan, jangan ketika jumlahnya dikit malah menyalahkan industri ini itu,  padahal jumlah pasokannya dikit tapi kebutuhan banyak," ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR