KALIANDA (Lampost.co) -- Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung sebut PT. Pertamina memberikan tambahan pasokan elpiji 3 kg atau ekstra dropping untuk menstabilkan kelangkaan gas melon di dua kabupaten/kota di Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, penambahan suplai tabung gas bersubsidi itu di Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung. Dimana, penambahan pasokan elpiji itu sekitar 22.400 tabung.



Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Chandra mengatakan ada penambahan suplai tabung elpiji ukuran 3 kg ke beberapa pangkalan yang ada di Lamsel dan Bandar Lampung. Penambahan itu untuk membantu ketersediaan tabung gas melon yang dikeluhkan oleh masyarakat saat ini.

"Jadi, untuk di Lamsel bukan operasi pasar (OP), tapi ada penambahan droping atau suplai sekitar 40 pangkalan. Dimana, untuk membantu masyarakat dalam memenuhi permintaan tabung elpiji ukuran 3 kg," katanya, Minggu (2/9/2018).

Menurutnya, selama ini sebenarnya bukan langka, namun hanya permintaan masyarakat yang meningkat. Selain itu, pangkalan juga menyediakan produk elpiji lainnya, seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

"Selama ini bukan kelangkaan, tapi ada terjadi penggunaan yang belum tepat sasaran, sehingga mengganggu ketersedian elpiji 3 kg di masyarakat. Untuk itu, kami berharap tingkat kesadaran secara bersama bahwa elpiji subsidi 3 kg itu peruntukannya hanya untuk masyarakat miskin, tapi untuk usaha mikro dan nelayan perahu kecil diluar itu belum ada regulasinya," katanya.

Mengenai alokasi tabung elpiji ukuran 3 kg, kata Adi, untuk Lamsel ada sekitar 21.000 MT ton atau lebih kurang 7 juta tabung dalam setahun.

"Adanya dugaan petani menggunakan elpiji 3 kg untuk mesin sedot air, kita berharap ini nanti ada regulasinya. Jadi, kedepan kita tidak lagi direpotkan dengan masalah ini sehingga kedepan kondisi lebih baik," katanya.

Adi menjelaskan penambahan suplai tabung gas dimulai, Minggu (2/9/2018) untuk wilayah Lamsel dan Bandar Lampung. "Alhamdulillah, saat ini harga tabung gas mulai membaik dari pantauan kami. Seperti di Kecamatan Way Panji sudah Rp20 ribu per tabung ditingkat pengecer," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR