GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Seorang ibu dan nenek di Kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunungsugih harus dilarikan ke rumah sakit. Diduga, keduanya menjadi korban penganiayaan.
Informasi yang dihimpun Lampost.co, peristiwa bermula ketika Bainah (40), warga Buyut Udik, terlibat cekcok, adu mulut dengan tetangganya. Persoalannya, sampah dari tanaman milik Bainah mengotori pekarangan milik tetangganya itu.

Berdasarkan keterangan Bainah, Sf marah karena sampah dari pohon miliknya mengotori tanah pekarangan milik tetangganya itu. Bainah telah berupaya menjelaskan bahwa kemungkinan sampah itu terbawa angin atau dibuat mainan anak-anak.
Menurut Bainah, bukannya melerai, suami Sf yang bernama Hs juga membantu menganiaya dirinya dan ibunya.
Sumartin (72), ibu Bainah, menjelaskan, ia berusaha melerai tetapi justru ikut dianiaya. Akhirnya para tetangga berdatangan karena ia berteriak minta tolong. Selanjutnya para tetangga melarikan Bainah dan Sumartin ke RSUD Demang Sepulauraya, sementara dua terduga penganiaya, Sf dan Hs, lari masuk rumah.
Ersan, salah satu warga yang membantu melerai kejadian dan melarikan korban ke rumah sakit mengaku mendengar suara minta tolong. Setelah menemukan sumber suara, ia melihat Mak Tinah (panggilan Sumartin),  Sutinah dicekik, diangkat dan ditendang hingga tersungkur ke bawah pohon waru. 
"Saya berteriak minta tolong ke warga sekitar agar megantarkan Bainah ke rumah sakit. Karna saya lihat dia pingsan. Itu kejadian sekitar pukul 10.00 WIB," kata Ersan, Kamis (31/5) malam.
Informasi dari para tetangga korban, kasus dugaan penganiayan tersebut telah dilaporkan ke Polres Lampung Tengah. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR