LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Persekusi
Ilustrasi persekusi. Dok. lampost.co

Persekusi

MUNGKIN tidak banyak orang yang menduga ketika memulai awal kariernya Raja Rock n Roll Elvis Presley pernah mengalami persekusi atau tindak kesewenang-wenangan.
Kala manggung di The Grand Ole Opry, sebuah panggung pementasan mingguan musik di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Manajer Grand Ole menghardik Elvis dengan kata-kata kasar.
“Kamu tidak akan pergi ke mana-mana, kamu tidak akan berkembang sebagai penyanyi. Lebih baik kamu kembali jadi sopir truk!” demikian umpat sang manajer kepada Elvis muda kala itu.
Penolakan juga pernah datang kepada pelantun tembang Can't Help Falling in Love ketika kariernya mulai meroket. Kelompok tertentu menolaknya untuk tampil di wilayahnya.
Penolakan yang datang dari sebagian masyarakat Amerika ketika itu lantaran gaya manggung Elvis terlalu vulgar. Namun sejarah membuktikan akhirnya ia menjadi legenda musik rock and roll.
Lain Elvis, lain pula Ustad Abdul Somad. Dai kondang asal tanah Melayu Riau itu entah mengapa dikabarkan sempat mendapat tindakan persekusi dari sekelompok orang beberapa hari lalu.
Kala hendak berdakwah di Bali, ustaz berperawakan kurus dengan logat Melayu yang kental dan kerap berkelakar dalam dakwahnya itu ditolak lantaran dituding anti-NKRI.
Anda juga saya yang kerap menikmati ceramah Abdul Somad jelas akan geleng-geleng kepala dengan tudingan itu. Dari berpuluh-puluh ceramahnya, tidak satu pun yang menyiratkan hal tersebut.
Persekusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.
Koalisi Anti-Persekusi menjelaskan persekusi lebih dahsyat lagi. Persekusi kekinian digambarkan sebagai upaya sistematis dan terencana juga berdampak luas berkat media sosial.
Lembaga yang sama juga menjelaskan persekusi diketahui memiliki dua elemen dalam yang bertujuan menyakiti, menekan, serta menyengsarakan target secara fisik dan psikis.
Oleh sebab itu persekusi terhadap Abdul Somad-lah yang menurut hemat saya yang memicu perpecahan lebih luas di masyarakat. Tindakan itu tentu jauh dari semangat NKRI dan Pancasila harga mati. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv